Pendatang Baru di Depok Berpotensi Hasilkan Sampah dan Kemacetan

(Istimewa)
(Istimewa)

DEPOK – Libur lebaran telah usai, para pendatang baru yang terus menyambangi Kota Depok pun semakin banyak. Menurut Ketua Komisi B DPRD Depok Mohammad H. B. hal ini berpotensi menimbulkan masalah sosial dan ekonomi di Depok.

“Pendatang baru dan penduduk non permanen yang belum memiliki KTP Depok berpotensi menimbulkan masalah sosial dan ekonomi di Depok, khususnya persoalan sampah,” ujarnya, Sabtu (16/0716)

Mohammad juga mengungkapkan bahwa masalah bukan berasal dari sektor pajak atau yang lainnya. Yang perlu menjadi perhatian adalah sampah yang mereka hasilkan serta kemacetan di Depok. Tempat Pembuangan Akhir Cipayung, Depok sudah kelebihan kapasitas untuk menampung gunungan sampah. Apalagi, dengan banyaknya pendatang baru, yang pasti berkorelasi dengan peningkatan produksi sampah. Sampah di Depok sudah mencapai 1.200 ton perhari.

BACA JUGA:  Resmikan RSUI, Menristekdisti Harapkan Bisa Berikan Pelayanan Global

“Ini yang menjadi masalah utamanya. Kalau macet bisa dilihat sendiri di sejumlah jalan di Depok,” tuturnya.

Ia mengatakan dari kajian Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Depok, akan ada sekitar 70 ribu pendatang baru setelah Lebaran 2016. Selain itu, masih ada ratusan ribu penduduk Depok, yang belum mempunyai KTP kota ini.

BACA JUGA:  Peserta JKN-KIS Penderita Katastropik Kini Bisa Berobat ke Puskesmas

Menurutnya, hal yang perlu dilakukan adalah penertiban administrasi kependudukan melalui operasi yustisi.
“ Soalnya, contoh penduduk yang tidak terdata melakukan tindak kriminal sudah ada. Ada teroris dan gembong narkoba di Depok, yang tidak terawasi karena minimnya pendataan administrasi penduduk yang tinggal di Depok,” ujarnya.

Ia juga menambahkan pendapatan asli Depok mencapai Rp 750 miliar dari sembilan sektor pajak. Penghasilan paling besar berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, yang mencapai Rp 350 ribu.

BACA JUGA:  Wali Kota Persilahkan Warga Gunakan Taman Kelurahan Untuk Kegiatan

Pendatang baru tidak berpengaruh pada penambahan pajak di Depok karena jarang yang membawa kendaraan. Mereka hanya menjadikan Depok sebagai tempat tinggal, untuk bekerja di Ibu Kota Jakarta, sebagai tujuan utamanya.

“Pajak rumah tempat dia tinggal pasti dibayar oleh pemiliknya. Restoran yang dia makan kena pajak. Kendaraan yang digunakan kebanyakan dibeli di perantauan. Pendatang tidak berpengaruh pada pendapatan. Yang berpangaruh bila tidak dikendalikan adalah masalah sosial dan ekonomi itu,” tutupnya. (Claudia/Depokpos)

Comments

comments

Komentar

News Feed