Penculikan dan Pencabulan Bocah SD Terjadi Juga di Beji Depok

Ilustrasi.
Ilustrasi.

DEPOK – Belum usai kejadian penculikan dan pencabulan pada bocah perempuan berumur 10 tahun di Cilodong, Depok, kasus kejahatan seksual terhadap anak kembali terjadi di wilayah Depok.

Kasus ini kembali menimpa AM (13), anak kelas 6 SD, warga Beji, Depok. AM sempat dibawa kabur pelaku yakni NC (24), seorang pemuda pengangguran, dari wilayah Tanah Baru, Beji, Depok, yang tinggal tak jauh dari rumahnya pada Sabtu (9/7/2016) siang, sekitar pukul 11.00.

Sejak itu AM tak kembali ke rumahnya di Beji, Depok. Oleh NC, AM diketahui sempat disetubuhi dan dicabuli sebanyak dua kali.

BACA JUGA:  RSUI Dirancang Tahan Gempa Hingga 9,0 SR

Orangtua korban melaporkan peristiwa ini ke Polsek Beji karena anaknya tak kembali pulang hingga Minggu (10/7/2016),

Polisi bersama keluarga dan kerabat korban akhirnya berhasil membekuk NC di wilayah Bantar Gebang, Bekasi, Selasa (12/7/2016) dini hari.

D, ayah AM menuturkan dari pengakuan anaknya serta pelaku, diketahui selama pelarian, sudah dua kali anaknya disetubuhi pelaku.

Menurut D, dengan tipu daya dan bujuk rayunya, pelaku berhasil memperdayai anaknya yang masih duduk di bangku SD, sehingga mau mengikuti apapun kemauan pelaku.

BACA JUGA:  Disdagin Depok Tingkatkan Pengawasan Tempat Usaha Tak Berizin

“Kami berharap, pelaku dihukum setimpal,” kata D.

D mengaku lega, anaknya berhasil ditemukan dan pelaku yang membawa lari serta mencabuli anaknya berhasil dibekuk polisi.

Kapolsek Beji, Komisaris Gusti Ayu menuturkan setelah menerima laporan keluarga korban dan melakukan penyelidikan, pihaknya akhirnya berhasil mengungkap kasus ini.

Ayu menuturkan jika pelaku diketahui sebagai pengangguran atau biasa bekerja serabutan.

“Pelaku kami bekuk di kawasan Bekasi saat bersama korban, Selasa dinihari. Saat itu mereka berada di jalanan,” jelas Ayu.

BACA JUGA:  Kelompok UMKM Sukmajaya Rilis Lima Gerai Sukmafood

Menurut Ayu, pihaknya masih mendalami kasus ini, untuk melihat apakah ada korban lain dari NC. “Masih kami dalami dan selidiki,” katanya.

Karena perbuatannya terhadap anak dibawah umur, pelaku akan dijerat UU Perlindungan Anak, serta Pasal 332 KUHP dan 287 KUHP tentang membawa lari anak perempuan di bawah umur, dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara serta hukuman kebiri. (claudia/depokpos)

Comments

comments

Komentar

News Feed