Luka Mendalam Warga Depok Korban Macet Brexit, 5 Jam Bersama Jasad Ibunda Ditengah Tol

Ilustrasi kemacetan di pintu tol Brebes Timur. (ist)
Ilustrasi kemacetan di pintu tol Brebes Timur. (ist)

DEPOK – Pada Saat mudik lebaran, peristiwa macet yang sangat parah terjadi di ruas tol Brebes Timur. Banyak nyawa berjatuhan karena terlalu lama terjebak kemacetan. Tentunya, hal itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Salah satunya seperti yang dialami warga Depok, Jawa Barat, Arika Triwibowo yang tidak bisa melupakan kejadian pada saat itu. Ia bersama jasad sang ibu, selama lebih dari lima jam.

Arika, saat ditemui di rumah duka di kawasan Tugu Cimanggis, Depok menjelaskan bahwa saat itu ia dan keluarganya akan mudik ke Purbalingga. Mereka berangkat pada tanggal 3 Juli 2016. Dalam perjalanan, ia dan keluarga terjebak macet sejak masuk Tol Cipali. Ia baru bisa keluar dari tol tersebut keesokan harinya, Senin sore.

“12 jam lebih terjebak disana. Waktu masuk tol, saya berpikir kok ibu tidurnya lama banget. Tiba-tiba pas bangun, ia seperti kesakitan. Ibu sama sekali ga ngeluh, karena pas berangkat keadaannya sehat. Ia mungkin kelelahan di tol, keadaannya juga panas, udah gitu ga ada yang jualan makanan di sepanjang tol,”ujarnya (16/7/2016).

BACA JUGA:  Wali Kota Persilahkan Warga Gunakan Taman Kelurahan Untuk Kegiatan

Arika dan Ayahnya Simin, semakin panik ketika melihat sang ibu, Eni Sumarna(51), kondisinya semakin mempihatinkan. Namun, mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena kondisinya, kendaraan sama sekali tidak bergerak akibat macet total di tol Brebes Timur.

“Ga bisa apa-apa lagi, ibu sudah tidak bernapas. Waktu ketemu pos polisi, aku minta diantar ke puskesmas terdekat. Tapi, ibu sudah ga bernyawa saat itu. Ibu tewas sejak lima jam yang lalu waktu berada di mobil. Yang saya pikirkan saat out adalah segera memakamkan ibu,”tandas Arika.

BACA JUGA:  Peserta JKN-KIS Penderita Katastropik Kini Bisa Berobat ke Puskesmas

Ia tak kuasa menahan tangis pada saat menceritakan pengalaman yang sangat meninggalkan luka mendalam itu. Ia pun berharap, setelah musibah pada tahun ini, semoga pemerintah dapat segera meningkatkan fasilitas yang lebih baik di kawasan tersebut.

“semoga saja tidak ada lagi korban yang sama”tutupnya. (Mitha Try/Depokpos)

Comments

comments

Komentar

News Feed