Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Diperpanjang

Salah satu minimarket di Sukmajaya, Depok, mulai memberi tahukan pelanggannya untuk penerapan kantong plastik berbayar. (Foto san/depokpos)
Penerapan kantong plastik berbayar disalah satu mini market di Sukmajaya. (Foto san/depokpos)

DEPOK – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia kembali memperpanjang program penerapan kantong belanja plastik berbayar pada toko swalayan. Hal ini berguna untuk mengurangi timbunan sampah dari sumber penghasil sampah yang berupa plastik.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran No. SE/8/PSLB3/PS/PLB.0/5/2016 mengenai Pengurangan Sampah Plastik Melalui Penerapan Kantong Belanja Plastik Sekali Pakai Tidak Gratis.

Indra Kusuma selaku Kepala Sub Bidang Pengawasan Limbah B3 dan Penataan Hukum Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok mengatakan Surat Edaran (SE) yang bertanggal 31 Mei 2016 ini menegaskan bahwa kebijakan plastik tidak gratis masih terus berlanjut.

BACA JUGA:  RSUI Dirancang Tahan Gempa Hingga 9,0 SR

“Memang kemarin plastik tidak gratis ini dilaksanakan masih dalam rangka uji coba, namun setelah dikeluarkannya Surat Edaran maka kebijakan plastik tidak gratis diperpanjang hingga keluar Peraturan Menteri yang baru,” tuturnya, Senin (18/7/2016).

Indra menambahkan bahwa terbitnya surat edaran ini juga menegaskan kepada seluruh Kabupaten/Kota se-Indonesia harus menerapkan kebijakan yang memiliki tujuan Indonesia bebas sampah tahun 2020.

BACA JUGA:  BNN Depok Akan Rekrut Pegiat Narkoba

“Waktu uji coba yang pertama, Kota Depok menjadi satu dari 27 Kabupaten/Kota lainnya yang melaksanakan program yang ramah lingkungan ini. Tetapi dengan adanya SE yang baru, maka seluruh Kabupaten/Kota se-Indonesia harus ikut melaksanakan juga,” pungkasnya. (Claudia/Depokpos)

Comments

comments

Komentar

News Feed