Mengabaikan Karir Demi Moral Anak

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Azan subuh terdengar berkumandang merdu. Membangunkan Ibuku yang sedang terlelap nyenyak. Refleks, Ibu berjalan ke arah kamar lain. Langkahnya yang lembut menyusuri lantai. Dengan sabar dan penuh kasih, Ibu membangunkanku dari tidur yang lelap. Berharap supaya aku terbiasa bangun pagi dan bersujud dihadapan-Nya. Segala kebaikan diajarkan oleh Ibu, utamanya tentang moralitas sebagai modal awal dalam menjalani kehidupan.

Ibuku sadar, ketika anak-anaknya telah memasuki usia remaja dan lepas dari pengawasan, pastilah akan dihadapkan dengan dinamika kehidupan. Karenanya, ibuku selalu mengajarkan tentang pentingnya arti moral dalam sebuah kehidupan. Harapannya, agar aku bijak dalam menjalani kehidupan.

Bagi Ibuku, mengurus anak adalah sebuah prioritas. Buktinya, Ibuku memilih untuk tidak menjadi seorang wanita karier. Ibu lebih memilih untuk merawat dan membesarkanku hingga aku beranjak dewasa. Ibu merawatku dengan tulus dan penuh kasih sayang. Wajar bilaaku sangat menghargai Ibu dan menjadikannya sebagai pedoman hidup.

BACA JUGA:  Sukses Memulai Usaha dengan 7 Langkah Jitu

Mulai dari cara berpikir, berkata, sampai tindakan Ibuku yang berusaha agar menjadi contoh yang baik bagiku. Aku adalah anak yang cenderung meniru apapun yang akulihat dalam keseharian. Contoh baik dari Ibuku tentu memerlukan konsistensi, supaya aku terbiasa dengan budi pekerti yang baik yang telah dicontohkan oleh Ibu.

Ibu selalu mengatakan bahwa anak yang memiliki moralitas tinggi tentu akan bijak dalam mencerna sikap dan sifat orang lain ketika sedang bersosialisasi dengan sesama. Akan mudah membedakan mana hal baik ataupun buruk yang tidak patut untuk ditiru. Terlebih dewasa ini banyak tabiat buruk yang diperlihatkan secara bebas dimedia sosial.

BACA JUGA:  Sukses Memulai Usaha dengan 7 Langkah Jitu

Ibuku yakin, pondasi moralitas yang telah ditanamkan lewat contoh sehari-hari akan melekat pada pola pikir dan jiwaku. Sehingga Ibu tidak akan menyesal ketika tidak menjadi seorang wanita karier. Terlebih agar aku tak mudah terbawa oleh arus pergaulan yang buruk. Ibuku adalah seorang yang sangat berjasa. Berjasa dalam kehidupan banyak orang, termasuk diriku.

BACA JUGA:  Sukses Memulai Usaha dengan 7 Langkah Jitu

Muhammad Sigit Prakoso

Comments

comments

Komentar

News Feed