Antisipasi Pelecehan Seksual Sejak Dini

Duren Sawit-20130204-00983 - Copy.jpg

Seringkali kita mendengarkan pemberitaan yang menimpa anak-anak dibawah umur dengan berbagai kasus pelecehan seksual dan tindak kekerasan seksual. Kasus pelecehan seksual anak dibawah umur membuat banyak pertanyaan dikalangan masyarakat mengenai pengawasan orang tua dan guru di lingkungan sekitar mereka tinggal.

Anak-anak sebenarnya juga masih memiliki dunianya sendiri. Untuk itu peran pengawasan oleh orang tua dan guru sangat lah penting, agar mereka tidak terjerumus ke dalam lubang yang salah dan dapat mengantisipasi terjadinya pelecehan seksual dan tidak kekerasan seksual anak dibawah umur.

Kasus pelecehan seksual dan tindak kekerasan seksual juga dapat menimpa siapa saja, tidak hanya terjadi oleh kaum perempuan tapi juga bisa menimpa kaum laki-laki. Mereka terus diburu oleh para phedopilia untuk dijadikan target atau sasaran untuk melakukan pelecehan seksual dan tindak kekerasan seksual dibawah umur.

Seperti pengalaman yang menimpa B, seorang siswi SMP di Bekasi. Ia dilecehkan ketika berada di dalam KRL, ia pun bercerita kronologis awalnya. Saat itu kereta yang ia naiki berasal dari stasiun cakung yang penuh dengan penumpang lain, ia pun terpaksa berdiri karena tidak ada tempat duduk lagi.

BACA JUGA:  Sukses Memulai Usaha dengan 7 Langkah Jitu

B menuturkan bahwa selanjutnya seorang laki-laki yang berada disebelahnya dengan sengaja memasukkan kakinya disela-sela kaki B. Awalnya B tidak berasa, namun beberapa lama laki-laki itu berdesah disebelah B dan mengesek-gesek badan B.

B pun risih hingga ia menginjak kaki, dan menyikut perut dari pria itu. Tapi penumpang lain tidak ada yang memperhatikan tingkah dari pria itu. Peristiwa itu selesai ketika pria itu turun di stasiun jatinegara.

“Namun lain kali, jika saya dilecehkan seperti itu lagi dalam kereta,  saya akan teriak sekenceng-kencengnya kearahnya, saya tegur, dan saya sikut. Biar pria yang melakukan hal itu merasa malu,”ujar B.

Wiwiek Wulandari, seorang pengajar Pendiidikan Anak Usia Dini (PAUD), memberikan tips pembelajaran untuk menghindari pelecehan terhadap anak-anak usia belia. Tips ini yang selalu ia berikan dalam mengingatkan anak didiknya, yaitu :

BACA JUGA:  Sukses Memulai Usaha dengan 7 Langkah Jitu

Anak itu diajarkan batas mana yang harus ditutup dalam anggota tubuhnya dengan memberikan contoh kalau pakai seragam rok mereka diwajibkan untuk memakai celana pendek dan apabila duduk diatur dengan sopan,

Apabila membuka pakaian harus didampingi oleh orang tuanya dan tidak boleh membuka pakaian mereka didepan orang lain contohnya bila diluar sekolah mereka buang air kecil/buang air besar/mandi hanya boleh ditemani oleh orang tua atau saudara dekat, tapi bila didalam sekolah mereka boleh meminta tolong bu guru untuk menemaninya.

Membiasakan pengelompokan dalam satu jenis kelamin contoh saat pembagian kelompok yang hanya terbagi menjadi kelompok laki-laki dan kelompok perempuan saja.

Bercanda tidak boleh berlebihan, terutama anak laki-laki bercanda ke perempuan dan sebaliknya karena terkadangh anak kecil itu menyampaikan empatinya dengan tulus yang membuat mereka melupakan hal yang tidak seharusnya mereka kerjakan.

BACA JUGA:  Sukses Memulai Usaha dengan 7 Langkah Jitu

Guru sebaiknya menceritakan kepada anak muridnya untuk tidak boleh mengikuti orang yang mereka tidak kenal atau tidak mereka kenali sebelumnya contohnya hal ini bisa terjadi penculikan anak dibawah umur.

Membiasakan kepada orang tua untuk mengawasi anaknya terhadap jadwal aktifitas sehari-hari mereka dengan contoh saatnya jadwal pulang sekolah terjadi maka para orang tua harus sudah ada disekolah tersebut dan harus siap untuk selalu mengawasi anaknya.

Tips ini diberikan olehnya untuk mengantisipasi agar tidak ada lagi pelecehan seksual atau tindak kekerasan dibawah umur yang menimpa kaum wanita ataupun kaum pria. Hingga pelecehan seksual yang dilakukan ditempat umum dapat terhindar dan menanamkan pelajaran sejak kecil.

Muhammad Rizky Laksana

Comments

comments

Komentar

News Feed