Sebagian Pedagang Pasar Musi Pilih Bertahan Berdagang Diluar Pasar

DEPOK – Perhatian pemerintah telah membuat Pasar Musi yang dahulu identik dengan becek, kotor, dan bau menjadi tempat yang bersih, lebih memadai, dan nyaman. Pasar yang sudah berdiri sekitar puluhan tahun lalu yang berpijak dipinggiran jalan, memakan lapak perumahan dan jauh dari sarana dan prasarana yang memadai.

Pembangunan yang dicanangkan pada bulan Februari 2013 kini telah terealisasikan. Bangunan yang baru ditempati sekitar 2 tahun yang lalu terdiri dari dua lantai yang memiliki 500 kios dan 260 los. Kini tampilan Pasar Musi berubah drastis, semua tampak rapi dan lebih tertata, pengunjung tak lagi kesulitan untuk mencari keperluannya karena di lantai dasar sengaja disediakan untuk kebutuhan pangan seperti sayur-mayur, sembako, dan daging-dagingan. Lain halnya dengan lantai dua yang menyediakan kebutuhan sandang dan lainnya seperti pakaian dan perhiasan.

Banyak pedagang yang merelokasikan lapaknya ke dalam gedung terlebih karena sarana yang disediakan seperti kios, air, listrik, dan petugas kebersihan. Ini juga menjadi pilihan Deny (24) yang telah menghabiskan sisa hidupnya di Pasar Musi. Deny pendatang asal Tasikmalaya yang telah 14 tahun berjibaku dengan pasar, dari yang lapaknya masih diemperan jalan kini dia lebih memilih pindah ke dalam gedung. ”Enakkan didalem lebih nyaman, ga panas lagi” ujarnya ketika rehat.

BACA JUGA:  Wali Kota Persilahkan Warga Gunakan Taman Kelurahan Untuk Kegiatan

Walaupun sewa yang ditawarkan pemerintah setempat terbilang besar tidak membuat pria gondrong ini putus asa. Terlebih Deny sudah memiliki pelanggan tetap untuk kelapa – kelapa yang dijualnya. Pelanggan Deny rata-rata seorang pedagang sayur di perumahan sekitar Pasar Musi. Pembeli yang berbondong-bondong datang saat dini hari menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh Deny. Banyaknya pedagang kelapa lainnya tak membuat Deny khawatir karena ia yakin rezeki itu sudah ada yang mengatur.

BACA JUGA:  Resmikan RSUI, Menristekdisti Harapkan Bisa Berikan Pelayanan Global

Namun tak sedikit pedagang yang masih bertahan di luar gedung dan memilih menggelar dagangannya di sepanjang jalan Banyuasin yang merupakan akses jalan menuju Pasar Musi.

Bukan hanya karena biaya sewa yang mereka anggap besar tetapi banyaknya konsumen yang lalu-lalang membuat dagangan mereka lebih cepat habis. “Walaupun rentan tapi saya tetap memilih berdagang di luar kan ga sedikit orang yang males parkir jadi belanjanya sekalian lewat, lagian juga di dalem sistemnya beli bukan sewa apalagi saya cuma dagang bumbu, aduh ga nutup deh mas,” ungkap salah seorang pedagang.

BACA JUGA:  Peserta JKN-KIS Penderita Katastropik Kini Bisa Berobat ke Puskesmas

Chandra Wijanarko

Comments

comments

Komentar

News Feed