Revitalisasi Pasar Cisalak Akan Rampung Maret 2017

(Foto: Alfia)
(Foto: Alfia)

DEPOK – Habis masa pakai 20 tahun, Pasar Cisalak dibongkar ulang demi membangun gedung baru yang lebih layak bagi pedagang. Targetnya akan selesai pada Maret 2017.

Pasar Cisalak, Cimanggis, Depok sudah mencapai 20 tahun masa pakainya, oleh karena itu pemerintah Kota Depok mulai membangun gedung baru untuk dihuni oleh seribu lebih pedagang. Selama pembangunan dilakukan para pedagang dipindahkan ke pasar penampungan sementara di Jalan Radar Auri, Cimanggis, Depok.

Tanah yang dipakai adalah tanah milik TNI AU, hasil perjanjian pinjam dari Walikota Depok dengan staff angkatan udara. Masa pinjam hanya berlangsung selama dua tahun yaitu dari bulan April 2015 sampai dengan Maret 2017.

BACA JUGA:  Kelompok UMKM Sukmajaya Rilis Lima Gerai Sukmafood

Hanya 850 pedagang saja yang mau dipindahkan ke pasar penampungan, sisanya memilih bertahan karena menggunakan tanah milik sendiri atau bukan milik pemerintah. “Secara keseluruhan yang tanah milik pemerintah di ratain semua yang sekarang sisanya tanah yang hanya milik perseorangan.” Ujar Budi Haryanto, Kasubag TU Kota Depok.

Para pedagang pasar di penampungan berharap agar pembangunan cepat rampung sehingga mereka dapat kembali ke pasar lama dan bergabung dengan pedagang lainnya.

Pedagang yang berada di pasar penampungan ada yang merasa tidak masalah dengan dibangunnya pasar, ada yang merasa rezeki yang di dapat tidak sebanyak berjualan di pasar biasanya. Tetapi mereka merasa beruntung karena jika gedung baru pasar sudah jadi, mereka yang ada di pasar penampungan akan di prioritaskan di banding yang sekarang masih bertahan berdagang di pasar lama.

BACA JUGA:  Resmikan RSUI, Menristekdisti Harapkan Bisa Berikan Pelayanan Global

“Ya harapannya biar pembangunan dipercepat biar cepat pindah kesana terus dapat tempat yang diinginkan karena disini kan kurang layak kiosnya kecil-kecil.” Sri Winarti (45), pedagang Cisalak Pasar.

Nantinya para pedagang yang terdiri dari 1.155 los dan kios akan di pindahkan ke bangunan pasar baru yang terdiri dari empat lantai. Para pedagang akan dikenakan biaya Rp 800 Ribu per meternya.

BACA JUGA:  Disdagin Depok Tingkatkan Pengawasan Tempat Usaha Tak Berizin

Dalam surat pengumuman ULP Depok Nomor 219/013/PIII/ULP/VII/2015 tertanggal 8 Juli 2015, menetapkan pemenang lelang adalah PT. Brantas Abipraya (Persero), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang konstruksi dan bangunan.

Dalam surat itu tercatat dari harga penawaran nilai proyek sekitar Rp 83,96 Miliar, pihak PT. Brantas Abipraya menyepakati nilainya menjadi 8,51 Miliar setelah melalui klarifikasi dan proses negosiasi.

Alfia Nurul Fadilla

Comments

comments

Komentar

News Feed