Pasar Tradisional Tak Pernah Sepi Pengunjung

#1 (640x360)
Salah satu sudut di Pasar Tambun, Bekasi.

Beragam aktivitas terlihat setiap hari di pasar tradisional ini. Tak hanya itu, ekspresi para pengunjung pun menghiasi dan mewarnai pasar ini. Ramai, ialah satu kata yang cocok untuk mencerminkan pasar tradisional ini setiap harinya.

Keberadaan pasar tradisional saat ini sangat dibutuhkan oleh siapa pun. Transaksi jual beli berlangsung aktif di sini. Pembeli sibuk menawar serta penjual yang tanpa lelah menawarkan dagangannya. Itulah pasar tradisional, tempat masyarakat bersosialisasi sembari menemukan segala macam kebutuhan sehari-hari.

Salah satu pasar tradisional terbesar di daerah Tambun ialah Pasar Tambun. Pasar ini terletak di Jl. Sultan Hasanuddin, Setia Darma, Tambun, kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pasar ini sudah berdiri sejak zaman kolonial Belanda, tetapi pasar ini mulai direnovasi oleh Pemerintah Bekasi pada 2000 silam.

BACA JUGA:  Renungan Ramadhan: Shalat Lebih Baik dari Tidur

“Pasar Tambun itu tidak pernah tutup. Kan, takutnya orang itu butuh bahan-bahan yang diperluin secara mendadak di malam hari. Jadi, ya 24 jam bukanya,” ujar Santi, salah satu penjual sayur di Pasar Tambun.

Tidak dapat dipungkiri, keberadaan pasar tradisional kini memang agak tersaingi pasar modern. Tetapi, pasar tradisional ini tetap memiliki tempat di hati pembeli karena memiliki banyak manfaat, bukan hanya untuk masyarakat sekitar Tambun saja, masyarakat yang tinggal di luar Tambun bahkan sering menyengajakan diri datang untuk berbelanja di sini.

BACA JUGA:  Mencintai Diri Tak Berarti Narsis

Sekali lagi, kotor, bau, penuh sampah, dan becek saat hujan pun mungkin pernah Anda rasakan saat mengunjungi pasar ini. Apalagi udara panas, sudah biasa. Tetapi, para pedagang mengaku sudah biasa karena memang di sanalah tempat mereka meraup rezeki.

“Kalau keadaan pasar begini, sih, udah biasa,” kata Santi. “Ya mau gimana lagi ya, kita, mah, sudah biasa dengan bau sampah seperti ini. Ya nggak cuma gitu doang, keadaan pasar pas hujan tuh kotor. Kalau saya pribadi mah nyaman aja dengan kondisi begini. Ya mau gimana lagi namanya kita dagang di sini harus siap terima semuanya,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Cinta Bisa Juga Kepada Bangsa Sendiri

Ungkapan tersebut merupakan perwakilan suara hati dari semua pedagang dan pengunjung Pasar Tambun. Hanya ada satu alasan mereka bertahan dengan kondisi seperti itu, kebutuhan.

Sangat dibutuhkan perhatian pemerintah terhadap kebersihan Pasar Tambun agar pengunjung dapat menikmati kenyamanannya saat berbelanja. Karena pasar tradisional sendiri tak boleh kalah dengan pasar modern dari segi kebersihannya.

Kendati pasar modern menjamur, keberadaan pasar tradisional tampaknya tak akan pernah mati dan sepi dari pengunjung, salah satu contohnya, Pasar Tambun. Lengkap, murah, dan berlokasi strategis memberi kemudahan bagi masyarakat.

Feny Sasmitha
Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta

Komentar

Berita lainnya