Kematian Tahanan di Rutan Depok Harus Diusut Tuntas

DEPOK – Suara-suara yang menuntut pengusutan kematian seorang tahanan di Rumah Tahanan Depok mulai bermunculan. Hal tersebut dirasa perlu demi mencegah terjadi kasus serupa kedepannya.

Diketahui sebelumnya, Al (34) seorang tahanan yang dipindahkan ke Rutan Depok meninggal, Kamis, 19 Mei 2016 malam. Penyebab kematian masih diselidiki Polresta Depok.

“(Petugas) Rutan harus transparan jangan sampai tidak ada titik terang sehigga kasus diburamkan harus ada kejelasan,” kata Ady, seorang warga Depok, Sabtu, 21 Mei 2016.‎

BACA JUGA:  Pradi Ajak Semua Pihak Edukasi Masyarakat Bahaya Hoaks

Dia khawatir persoalan kematian tahanan tanpa ada kejelasannya penyebab bisa memicu kemarahan penghuni lainnya seperti terjadi di Lapas Banceuy, Bandung.

Hal senada diungkapkan warga lainnya, Miko.‎ Dia menilai, kejadian tewasnya narapidana atau tahanan di dalam penjara sering terjadi.

“Dan otoritas penjara seolah mejadikan itu wajar, mungkin ada alibi si korban sakit, (mendapat) tekanan,” ucap Miko.

BACA JUGA:  Walikota Depok Serahkan Penghargaan untuk Sekolah Terbaik di Awards IDN 2019

Dia mendesak pihak kepolisian menelisik kejadian nahas tersebut. “Perlu ditelusuri secara serius dari pihak kepolisian, apa penyebab itu terjadi,” tuturnya. Dia menegaskan, pemerintah harus menindak tegas bila ada dugaan penyiksaan atas tahanan yang tewas tersebut.

Polresta Depok masih menyelidiki penyebab kematian AL. “Sekarang tim dari Reskrim Polres Kota Depok sedang dalam proses penyelidikan dan memeriksa almarhum,” kata Kapolresta Depok Harry Kurniawan, Jumat, 19 Mei 2016. Menurutnya, Al merupakan tahanan pindahan yang terjerat perkara penganiayaan. AL sebelumnya menghuni Lapas/Rutan Cipinang, Jakarta.

Komentar

Berita lainnya