Jasa Sol Sepatu di Pasar Kemiri Tetap Bertahan

Foto: Deria)

DEPOK – Sama halnya seperti pasar tradisional lainnya, sol sepatu juga ada di Pasar Kemiri. Sol sepatu ini sudah ada sejak 1992. Asep, tukang sol sepatu yang ada di pasar ini sudah menjadi tukang sol sepatu dari tahun 2006. Awalnya sol sepatu ini dijalakan oleh orang tuannya tetapi dengan keterbatasan usia dan kesehatan akhirnya Asep mengambil alih pekerjaan ini.

Uniknya, tidak seperti tukang sol lainnya yang selalu berdampingan dengan penjual baju, Asep harus berdampingan dengan penjual sayur, buah, dan gorengan. “Ya sebelumnya sih pernah bareng sama yang jualan baju, tapi karena tempatnya suka berubah-berubah soalnya kan dulu ada pembangunan flyover tuh terus jadi berebutan dan cepat-cepatan deh nyari lahannya, ya akhirnya yang terakhir dapat di sini deh,” ujar Asep.

Dalam sehari Asep dapat menerima sembilan hingga sepuluh pasang sepatu.Pelanggan Asep terdiri dari berbagai kalangan usia, mulai dari remaja hingga dewasa. Terkadang Asep juga harus mengahadapi pelanggan yang protes karena sepatunya tidak sesuai dengan yang diinginkan dan meminta macam-macam. Biasanya Asep menyelesaikan aktivitasnya menjadi tukan sol sepatu sampai pukul 21.00 WIB.

BACA JUGA:  RSUI Dirancang Tahan Gempa Hingga 9,0 SR

Asep harus membayar iuran setiap bulan sebesar Rp100.000 dan harian sekitar Rp9.000. Tidak hanya membayar retribusi, Asep juga harus membayar iuran kepada preman-preman yang ada di Pasar Kemiri ini.

“Preman sih pasti ada, apalagi kalau udah mau puasa atau lebaran kaya sekarang tuh ya pasti pedagang-pedagang udah nyiapin jatah gitu lah buat mereka,” ujar Asep. Menurut pria kelahiran tahun 1990 ini, preman-preman tidak pernah mengganggu para pedagang yang ada di Pasar Kemiri ini.

BACA JUGA:  Resmikan RSUI, Menristekdisti Harapkan Bisa Berikan Pelayanan Global

Asep berharap semoga pemerintah bisa lebih baik lagi dan lebih perhatian, seperti lebih memperbaiki kenyamanan dan kebersihan terhadap lingkungan Pasar Kemiri Muka ini.

Deria Octaviena
Politeknik Negeri Jakarta

Comments

comments

Komentar

News Feed