Diet Bebas Gluten Untuk Anak Penderita Autis

Gluten-Free.jpg

Diet bebas gluten sudah menjadi tren di berbagai kalangan wanita di penjuru dunia, terutama wanita-wanita wliayah benua Eropa, Amerika dan Asia. Wanita Indonesia juga tak mau ketinggalan untuk mengikuti kegiatan diet ini.

Beberapa Artis seperti Victoria Beckham, Gwyneth Paltrow, dan Miley Cyrus merupakan penganut gaya hidup sehat bebas gluten. Lady Gaga dan Paltrow bahkan juga beberapa kali menyatakan diet bebas gluten dapat meminimalisasi kelelahan, kembung, hingga jerawat dan kerontokan rambut. Lalu apakah sebenarnya manfaat yang akan didapat jika menjalankan diet bebas gluten? Siapa saja yang disarankan untuk menjalankan diet bebas gluten?

Sebelum kita membahas diet bebas gluten. Kita harus mengetahui apa yang dimaksud dengan gluten. Gluten adalah campuran protein yang terdapat dalam bahan tepung-tepungan seperti gandum dan gandum hitam. Biasanya, gluten digunakan untuk membuat roti dan kue, karena berfungsi membuat adonan jadi lentur dan kenyal. Selain itu, gluten juga terdapat dalam bir, whisky, vodka, pengental makanan, saus, mi, dan bahan pembuat daging tiruan untuk vegetarian.

Jadi, Diet bebas gluten adalah diet yang meniadakan protein gluten. Diet bebas gluten biasanya ditujukan untuk mengobati penyakit celiac. Makan-makanan bebas gluten membantu orang dengan penyakit celiac untuk mengontrol tanda-tanda, gejala, dan mencegah komplikasinya (Mayo Clinic, 2011). Jadi, tujuan utama dari diet bebas gluten ini adalah memang untuk menyembuhkan penyakit celiac dan diutamakan bagi mereka yang menderita penyakit celiac.

BACA JUGA:  Perempuan Perlu Tahu Penyakit Lupus

Tidak hanya penderita celiac yang melakukan diet ini. Anak yang menderita autis disarankan untuk melakukan diet ini karena gluten juga menggangu usus dan konsentrasinya.

“Reaksi kimia hasil pencernaan gluten itu terbawa ke sistem saraf pusat dan mengakibatkan gangguan pada otak dan menyebabkan anak autis menjadi hiperaktif. Banyak orang tua yang merasakan perubahan positif pada sang anak setelah penerapan diet ini.Maka makanan bebas gluten dan bebas kasein, serta bahan makanan pengganti gluten dan kasein banyak dicari. Walaupun awalnya para orang tua dan anak autis susah melakukan diet bebas gluten.” ujar Retsy Maulidina, pengajar di salah satu sekolah khusus autis di Depok.

Diet bebas gluten harus didasarkan pada makanan segar yang alami bebas gluten, seperti susu, daging, ikan, telur, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan bebas gluten sereal (jagung, beras, millet, sorgum, dll) (Esteban et al., 2009). Berikut ini adalah list makanan yang dianjurkan dan dipantang untuk mereka melakukan diet bebas gluten:

A. Makanan yang dianjurkan (Mayo Clinic, 2011 & Kupper, 2005)

  • Nasi, jagung, kentang
    • Kacang-kacangan dan biji-bijian dalam keadaan belum diolah
    • Telur
    • Daging segar, ikan, dan unggas (tidak dilapisi tepung roti, tidak dilapisi adonan, dan tidak diasinkan)
    • Buah-buahan dan sayuran
    • Sebagian besar produk susu
BACA JUGA:  Tidur Setelah Sahur, Berbahaya untuk Kesehatan?

B. Makanan yang dipantang
Hindari semua makanan dan minuman yang mengandung:

  • Barley
    • Gandum hitam (rye)
    • Triticale (persilangan antara gandum dan gandum hitam)
    • Gandum dan produk olahannya, seperti bulgur, tepung durum, tepung kentang, tepung graham, kamut, semolina, dan gandum yang dikuliti.
    • Berbagai jenis tepung terigu juga harus diperhatikan. Pastikan tepung terigu tersebut ada label gluten free pada kemasannya.

Secara umum, hindari makanan berikut, kecuali telah dicap sebagai bebas gluten:

  • Roti
    • Kue dan pie
    • Permen
    • Sereal
    • Cookies dan crackers
    • Kentang goreng
    • Seafood
    • Pasta
    • Salad dressing
    • Saus, termasuk kecap
    • Makanan ringan berbumbu
    • Makanan berbasis sup
    • Sayuran dalam saus

Bagaimana jika tidak memiliki penyakit celiac atau autis? Apakah masih perlu menjalankan diet bebas gluten?. Menurut Jaret dan Chang dalam artikel kesehatannya berjudul Truth About Gluten, beberapa orang mungkin sensitif terhadap gluten tetapi tidak memiliki penyakit celiac langsung. Orang-orang ini mungkin lebih baik menerapkan diet rendah gluten.

Menurut penelitian Jackson (2010), diketahui bahwa efek diet bebas gluten pada penderita celiac dan bukan penderita celiac, menghasilkan perubahan yang sama yaitu berpotensi merugikan mikrobiota usus karena akan menyebabkan pengurangan asupan alami fruktan yang memiliki tindakan prebiotik baik. Fruktan adalah oligo dan polisakarida yang diketahui dapat meningkatkan perkembangan bakteri baik pada usus, contoh dari fruktan adalah oligofrukotasa dan inulin

BACA JUGA:  Tidur Setelah Sahur, Berbahaya untuk Kesehatan?

Lalu, sekarang apakah kita harus memakan makanan bebas gluten untuk diet? Jawabannya, tidak harus. Namun, jika ingin melakukan diet bebas gluten. Anda bisa mengonsumsi kacang-kacangan, beras atau nasi, kedelai, kentang, ikan, daging, singkong, dan ubi, sayur dan buah-buahan, atau pun mengganti penggunaan tepung terigu dengan tepung mocaf, tepung sukun, tepung sagu dan tepungberas.

Mungkin akan terasa sulit untuk menyesuaikan diri dengan pola makan bebas gluten, tetapi bayangkanlah bagaimana baiknya kondisi Anda nanti, terutama bila Anda menderita celiac. Proses penyembuhan bisa memakan waktu sangat lama (beberapa kasus membutuhkan dua tahun atau lebih). Usus Anda akhirnya akan sembuh. Anda akan merasa lebih baik. Semua usaha Anda akan terbayar.

Hal yang harus Anda ingat, diet yang baik adalah diet yang memang dilakukan dengan benar dengan pengawasan dari ahli gizi. Jangan hanya melakukan diet hanya karena sedang jadi tren. Selalu konsultasikan dengan ahli gizi mengenai diet yang akan Anda jalani.

Annisa Fadhilah

Komentar

Berita lainnya