Berikan Pembekalan, NSDA Godok Mental Relawan

Relawan NSDA saat briefing. | dok. NSDA
Relawan NSDA saat briefing. | dok. NSDA

DEPOK – Seorang relawan lapangan harus memiliki keterampilan yang memadai, kesigapan serta penguasaan medan yang cukup. Namun diatas semua itu, yang terpenting adalah kesiapan mental menghadapi situasi yang sama sekali tak diinginkan.

Demikian dikatakan ketua National Security and Disaster Agency (NSDA,) CJ Ryon, disela-sela acara Training dan Pembekalan Relawan NSDA, Minggu (10/4).

“Semua skill (keterampilan – red) dan penguasaan medan bisa menjadi sama sekali tak berguna jika mental tak siap menghadapi situasi yang benar-benar berisi kepanikan,” ujar pria yang akrab disapa Ryon ini.

Lebih lanjut, Ryon menjelaskan bahwa persiapan fisik dan mental merupakan pelatihan yang sangat mendasar dan menjadi modal awal setiap relawan agar selalu siap menghadapi situasi dan kondisi seburuk apapun.

BACA JUGA:  Wali Kota Persilahkan Warga Gunakan Taman Kelurahan Untuk Kegiatan

“Pembekalan ini bertujuan agar setiap relawan paham dan siap bahwa yang mereka akan hadapi adalah situasi-situasi yang berisi penuh kepanikan. Dengan persiapan mental yang cukup, diharapkan mereka bisa tetap tenang dan mampu menetralisir rasa takut orang banyak,” ujarnya.

Menurutnya, pembekalan fisik dan mental ini adalah modal pertama dan utama sebelum pembekalan lanjutan berupa orientasi dan pelatihan tingkat lanjut.

NSDA sendiri merupakan organisasi kerelawanan yang fokus kepada penanganan bencana, kemanusiaan dan lingkungan hidup dan telah memulai kiprahnya sejak 2010.

BACA JUGA:  Kelompok UMKM Sukmajaya Rilis Lima Gerai Sukmafood

Menurut Ryon, para relawan NSDA telah beberapa kali terjun langsung kelokasi bencana. Selain itu NSDA juga mengusung program-program lingkungan hidup seperti penanaman pohon, kebersihan lingkungan serta misi-misi kemanusiaan seperti menyalurkan bantuan untuk kamp-kamp pengungsi dilokasi bencana.

“Kebanyakan kita bersinergi dengan NGO (Non Goverment Organization – red) lain yang ada di Indonesia, salah satunya adalah misi pada saat bencana meletusnya Gunung Merapi beberapa tahun lalu. Disitu kita bersinergi dengan banyak pihak,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Disdagin Depok Tingkatkan Pengawasan Tempat Usaha Tak Berizin

Sementara relawan yang mengikuti acara ini mengaku sangat termotivasi setelah mengikuti pembekalan ini. Irma misalnya, wanita yang mengaku baru dan masih awam dalam dunia kerelawanan ini mengatakan bahwa dirinya menjadi banyak tahu cara-cara mengatasi situasi yang tak diinginkan.

“Tadinya saya pikir yang terpenting dari seorang relawan adalah fisik yang kuat, keterampilan yang memadai dan kesigapan yang cukup. Namun diatas semua itu ada yang lebih penting, yakni mental. Tanpa mental yang kuat, semua hal diatas menjadi nol dan tak ada artinya” tukas Irma. (ghozi)

 

Comments

comments

Komentar

News Feed