Warga Raffles Hills Tolak Perubahan Jalur Tol Cimanggis-Cibitung

461276_620

DEPOK – Adanya perubahan jalur Tol tol Cimanggis – Cibitung (Cimaci) tahun 2014 oleh Kementerian Pekerja Umum (PU), dimana pembangunan tol melintasi jalur pipas gas, pembangunan tol Cimaci yang awalnya mendapat dukungan warga Raffles Hills akhirnya menjadi berbalik menentangnya.

Penolakan warga sudah disampaikan melalui pertemuan bersama Pemkot Depok, Badan Pertanahan Negara (BPN) Depok, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), Kementerian PU, dan Polresta Depok.

BACA JUGA:  Sekolah Islam Ruhama Depok Gelar Penggalangan Dana Untuk Palestina

Hasil dari pertemuan itu, BPN Depok tidak akan mengeluarkan peta bidang. Bila ada warga yang kurang berkenan, bisa mengajukan masalah ini ke pengadilan. Warga cukup puas karena BPN tidak akan mengeluarkan peta bidang, sebelum masalah ini selesai.

Warga akan terus melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk menolak perubahan trase Tol Cimaci yang diperbaharui 2014.

Di waktu pertemuan itu, dari pihak PU mengatakan bahwa pekerjaan tol tidak bisa distop dari lembaga manapun, seperti DPRD, LSM dan lainnya. Kecuali lembaga pengadilan yang bisa menyetop proyek tol.

BACA JUGA:  Komunitas Depok Banget Gelar Bukber dan Santunan Yatim

“Tapi kalau tidak bisa juga, terpaksa akan kami bawa ke ranah hukum,” kata Ketua RW 25, Sentot.

Menurut Sentot, BPJT tidak melakukan sosialisasi atas perubahan jalur Tol Cimaci kepada warga yang terkena dampak.

“Belum ada sosialisasi. BPJT hanya memanggil tiga orang. Padahal, warga di wilayah yang terkena dampak ada 1.200 orang. Kami melihat tidak ada transparansi dan kejelasan perubahan tol sampai saat ini,” katanya.

BACA JUGA:  Jaga Stabilitas Harga, Disdagin Depok Gelar Pasar Murah di 6 Kelurahan

Penolakan warga Perumahan Raffles Hills atas rencana pembangunan Tol Cimaci karena ada perubahan jalur tol yang melintas di atas jalur pipa gas. Warga khawatir pipa gas akan bocor, dan berdampak terhadap warga RW25.

Komentar

Berita lainnya