Ulama Depok: Iman Yang Melemah Salah Satu Faktor Maraknya Bunuh Diri

KH. Abu Bakar Madris. (dok. koleksi pribadi)
KH. Abu Bakar Madris. (dok. koleksi pribadi)

DEPOK – Maraknya kasus bunuh diri yang terjadi di Kota Depok beberapa waktu terakhir, menjadi fenomena tersendiri yang memprihatinkan banyak pihak.

Salah satunya adalah tokoh Ulama Kota Depok, KH. Abu Bakar Madris yang mengatakan bahwa banyak faktor yang menyebabkan orang bisa melakukan bunuh diri.

“Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang bunuh diri, diantaranya adalah ekonomi yang menghimpit serta keimanan yang melemah,” ujar KH. Abu Bakar Madris saat dihubungi depokpos.

BACA JUGA:  Peserta JKN-KIS Penderita Katastropik Kini Bisa Berobat ke Puskesmas

Lebih lanjut, Ulama kharismatik yang dikenal luas karena suaranya yang cukup vokal ini menambahkan bahwa jika keimanan tumbuh dikalangan manusia, maka syetan tak mudah menghasut untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan Agama dan akal sehat, termasuk bunuh diri ini.

Beliau juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pendidikan Kota Depok yang cenderung meninggalkan sekolah-sekolah Agama.

“Belakangan ini, sekolah-sekolah Agama sudah mulai ditinggalkan, terlebih ada anggota DPR yang ingin menghapus Madrasah,” ujarnya tanpa menyebut siapa yang dimaksud.

BACA JUGA:  Disdagin Depok Tingkatkan Pengawasan Tempat Usaha Tak Berizin

Untuk mengantisipasi maraknya fenomena kasus bunuh diri yang terjadi di Kota Depok, KH. Abu Bakar Madris mengatakan perlunya pesan dari Pemerintah Kota (Pemkot) untuk lebih aktif membangun masyarakat Depok yang religius.

“Anehnya, Depok yang visinya Kota Religius, hingga saat ini belum punya¬†Madrasah Aliyah Negeri (setingkat SMU – red) , hanya ada satu Madarasah Tsanawiyah (setingkat SMP – red) itupun pindahan dari Cibinong,” ucapnya prihatin.

BACA JUGA:  Peringati HPSN 2019, Komunitas Ciliwung Depok Kembali "Bebenah Ciliwung"

Ulama yang pada masa orde baru dikenal dengan nama Abu Bakar Aceh ini mengatakan kedepannya pemerintah bisa membuat Madrasah Aliyah Negeri dan Madrasah Tsanawiyah Negeri untuk lebih membentengi anak-anak dan remaja agar kasus serupa tak lagi terjadi.

“Termasuk kewajiban pemerintah memperhatikan guru-guru madrasah agar kesejahteraan mereka terpenuhi,” pungkasnya. (san)

Comments

comments

Komentar

News Feed