Pesantren di Depok Diserang Preman, Santri Diusir

Ponpes Mutiara Bangsa, Kukusan, Beji, Depok.
Ponpes Mutiara Bangsa, Kukusan, Beji, Depok.

DEPOK -Sekelompok orang tak dikenal mendatangi Pondok Pesantren Mutiara Bangsa, Depok. Mereka meminta hengkang para penghuni pondok pesantren seluas 2.308 meter persegi itu, termasuk para santri yang mondok di pesantren tersebut.

Bahkan sekelompok orang itu mengeluarkan barang-barang santri secara paksa. Para santri hanya terdiam namun tetap berusaha bertahan dalam pesantren yang ada di kawasan Kukusan, Beji itu.

Ironisnya lagi, ulah brutal sekelompok orang ini terjadi di tengah jam belajar para santri yang kebanyakan berasal dari kalangan rantau.

BACA JUGA:  Peringati HPSN 2019, Komunitas Ciliwung Depok Kembali "Bebenah Ciliwung"

Ustad Achmad Fauzi, salah satu saksi, mengatakan, peristiwa ini bermula ketika dia sedang melakukan kegiatan belajar mengajar tiba-tiba didatangi sekelompok orang tak dikenal, yang berupaya melakukan pengambilalihan ponpes.

“Mereka masuk, narik-narik saya. Saya juga sempat dipegang leher, diseret keluar. Kita enggak bisa ngapa-ngapain karena jumlahnya banyak, sekitar 20 orang. Mereka mengintimidasi kami, dengan kata-kata dan perlakuan kasar. Barang-barang ponpes juga sempat diangkutin keluar. Kita disuruh pergi dari sini,” kata Ustad Achmad Fauzi , Rabu (16/3).

BACA JUGA:  RSUI Dirancang Tahan Gempa Hingga 9,0 SR

Sementara pengasuh dan pendiri Ponpes Mutiara Bangsa, Muflih Sartono mengatakan, saat ini situasi ponpes sudah kondusif. Kejadian itu terjadi pada Selasa (15/3) siang hingga menjelang magrib. Dikatakan, saat kejadian dirinya tidak berada di ponpes.

“Santri menghubungi saya. Mereka saya instruksikan untuk tidak melawan tapi tetap bertahan,” kata Muflih kepada wartawan, Rabu (16/3).

BACA JUGA:  Disdagin Depok Tingkatkan Pengawasan Tempat Usaha Tak Berizin

Muflih mengatakan, kejadian intimidasi kemarin akhirnya selesai setelah pihak kepolisian datang ke lokasi. Bersamaan dengan itu Muflih menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya.

“Baru mereka pergi dan berhenti mengeluarkan barang-barang di ponpes,” ungkapnya. (san)

Comments

comments

Komentar

News Feed