BNN Razia Rutan Cilodong

Lapas-Over-Capasity

DEPOK – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama aparat gabungan Satuan Narkoba Polresta Depok dan Petugas Rutan dan  menggeledah rumah tahanan (Rutan) Cilodong, Depok, Senin, (14/3).

Dari razia tersebut diamankan sejumlah ponsel, bambu runcing, kabel, hingga tanduk domba.

Kepala Satuan Narkoba Polresta Depok, Vivick Tjangkung, mengatakan penyisiran lapas ini mampu menjadi tolak ukur situasi lapas sekarang.

“Kami bersinergi untuk memerangi narkoba. Di sini terbukti kami temukan alat komunikasi, kayu, tanduk kambing dan HP yang bisa membuka jaringan baru di luar lapas. Untuk itu, kami bersama petugas lapas dan BNN akan senantiasa meningkatkan sinergitas untuk memberantas peredaran narkoba,” kata Vivick.

BACA JUGA:  Warga 08 Bella Casa Kota Depok Siap Sukseskan Pemilu 2019

Sementara Kepala Rutan Cilodong Depok, Rachman menambahkan, operasi ini dilakukan sesuai dengan tugas pokok penjaga Rutan.

“Satu jam setengah kami lakukan penggeledahan, alhamdulillah untuk narkoba tidak ditemukan. Kami pun bersyukur. Tadi juga kami lakukan tes urine. Warga binaan di sini ada sekitar 108 termasuk petugas rutan juga dites urine dan alhamdulillah hasilnya negatif,” kata Rachman.

BACA JUGA:  Pradi Ajak Semua Pihak Edukasi Masyarakat Bahaya Hoaks

Meskipun tidak menemukan narkoba, namun dari penggeledahan petugas mengamankan sejumlah alat bambu runcing, besi, kabel, beberapa ponsel dan tanduk.

“Barang-barang ini terpaksa kami sita karena dikhawatirkan dilakukan untuk hal negatif. Seperti ponsel ini, kami khawatir digunakan untuk membuka jaringan di luar rutan. Kalau tanduk ini saya temukan di sel, kemungkinan untuk pajangan,” jelasnya.

Pihaknya, kata Rachman, bakal menindaklanjuti temuan tersebut dan menindak pemiliknya. Konsekuensi yang kedapatan memiliki HP, pihak lapas akan mencabut hak warga binaan selama 12 hari.

BACA JUGA:  Puncak Gebyar Muslimah 2019

“Kami asingkan dan kami cari tahu motifnya. Setiap empat bulan kami lakukan penggeledahan secara rutin secara internal. Tapi ya namanya penjara lebih pintar malingnya. Kami berharap ke depan lebih bersinergi lagi. Kami juga ingin menepis bahwa rutan bukan momok yang menyeramkan bukan tempat peredaran narkoba. Intinya kami siap memberantas narkoba,” katanya. (fa)

 

Komentar

Berita lainnya