Komisi B DPRD: Perda Pembatasan Lahan Demi Ruang Terbuka Hijau

Ilutrasi rumah murah. (Istimewa)
Ilutrasi rumah murah. (Istimewa)

Depok, (1/2) -Peraturan daerah (Perda) yang mengatur tentang batasan luasan lahan pembangunan rumah tapak di kota Depok dinilai membuat investasi pada sektor properti di Kota Depok dinilai tidak akan terlalu signifikan

Batasan lahan yang dimaksud adalah setiap pengembang hanya boleh membangun perumahan di atas lahan seluas 120 meter dan mendorong agar pengembang lebih mengutamakan perumahan vertikal.

Terkait hal terebut, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Depok, Hamzah mengatakan pihaknya telah memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kota Depok untuk melakukan kajian ulang atau merevisi Perda RTRW terkait minimum luasan kavling.

BACA JUGA:  Resmikan RSUI, Menristekdisti Harapkan Bisa Berikan Pelayanan Global

Dia mengaku DPRD Kota Depok berupaya untuk meringankan masyarakat terhadap  daya beli kebutuhan pokok yaitu perumahan. Sehingga, kata dia, di paripurna pihaknya memberikan rekomendasi untuk dilakukan revisi perda RTRW tersebut.

“Tetapi merevisi Perda RTRW tidak seperti kita membalikan telapak tangan atau seperti makan sambel akan langsung berasa pedas, tentunya harus melalui mekasisme dan aturan yang benar,” ujarnya.

BACA JUGA:  Peluncuran Arkana di Kemang, Akan Tampilkan Dua Maestro Indonesia

Sebelumnya, Pemkot Depok tengah mengkaji pembangunan rumah murah di atas lahan 120 meter dengan menggandeng pengembang-pengembang lokal Depok dan Kementerian PU-Pera.

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengatakan pihaknya akan mengupayakan untuk menyediakan lahan yang bisa diakses pengembang agar bisa membangun rumah murah. “Kita sedang inventarisir dulu kawasan mana saja yang bisa dibangun. Terutama kawasan yang harga tanahnya cocok dengan peruntukan rumah murah,” paparnya.

Wakil Ketua DPRD Komisi B Kota Depok Farida Rachmayanti mengatakan peraturan pembangunan perumahan di atas lahan 120 meter tersebut hanya berlaku pada perumahan saja.

BACA JUGA:  RSUI Dirancang Tahan Gempa Hingga 9,0 SR

Dia mengatakan penerapan peraturan itu untuk meningkatkan ruang terbuka hijau 30% di setiap rumah. Karena, lanjutnya, apabila luasan rumah di bawah 120 meter dipastikan tidak akan cukup untuk membuka ruang hijau.

“Jika masyarakat secara pribadi memiliki lahan di bawah luasan 120 meter dan berencana untuk dibangun rumah, ya silakan saja karena ini konteksnya perumahan komersil,” paparnya. (san)

Comments

comments

Komentar

News Feed