Diskusi Revisi UU KPK, Netizen: Saya Harap Jokowi Menolak

Depok, (20/2) – Mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Partai Demokrat (PD) menggelar Diskusi bertajuk Perlukah Revisi UU KPK di Multi Function Raffles Hills, Cibubur, Depok, Jawa Barat, Sabtu (20/2).

“Kita berharap suara nitizen yang hakekatnya suara rakyat bisa didengar bukan hanya oleh Presiden, bukan hanya oleh DPR RI, tapi hakekatnya oleh lembaga negara dan juga saudara-saudara kita di seluruh Tanah Air,” kata SBY saat menutup diskusi .

Dia menyatakan, dirinya menyimak dengan seksama pandangan dari netizen selama diskusi yang dimulai pada pukul 10.00 WIB. “Apa yang disampaikan tadi oleh netizen saya catat dan Insya Allah itu sangat berguna utama bagi Partai Demokrat di dalam menetapkan sikap posisi dan pendapatnya terhadap masalah yang sangat penting ini yang sekarang menjadi perhatian publik yaitu isu seputar recana revisi UU KPK,” ujarnya.

BACA JUGA:  50 Siswa Terpilih Menjadi Penerima Beasiswa SMART Ekselensia Indonesia Angkatan 16

“Saya tidak akan merespons satu demi satu yang disampaikan oleh netizen yang sebenarnya bukan untuk saya disampaikan untuk negara, pemerintah, DPR RI. Semuanya saya berharap beliau-beliau mendengar yang di sampaikan oleh para netizen tadi.”

Sebelumnya, saat diskusi, salah satu netizen, Yudhistira Amran Saleh menyatakan, revisi UU KPK tidak diperlukan. “Penguatan KPK ke depan bisa dengan berbagai jalan, enggak harus revisi. Saya harap Jokowi menolak,” katanya.

BACA JUGA:  50 Siswa Terpilih Menjadi Penerima Beasiswa SMART Ekselensia Indonesia Angkatan 16

Mayoritas netizen juga menolak pembentukan Dewan Pengawas (dewas) KPK maupun penyadapan atas seizin dewas. Dua hal ini memang menjadi poin krusial revisi UU KPK.

“Saya menolak jika melalui dewas. KPK cukup diawasi DPR. DPR punya fungsi pengawasan. Peran DPR yang awasi KPK,” kata netizen, Safira Widiana.

Sedangkan Hari juga menyatakan menolak revisi. “Dewas mempersempit gerak KPK sendiri. Rencana revisi ini juga bermuatan politis,” katanya.

Dia berharap agar Jokowi bersikap mengenai revisi UU KPK. “Jokowi harus tentukan sikap agar meredakan ketegangan politik,” ujarnya.

BACA JUGA:  50 Siswa Terpilih Menjadi Penerima Beasiswa SMART Ekselensia Indonesia Angkatan 16

Hadir 26 netizen terpilih dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Purwokerto, Lumajang, dan Surabaya. Setiap netizen mempunyai kesempatan mengutarakan pendapat.

Istri SBY, Ani Yudhoyono turut hadir dalam diskusi. Selain itu tampak hadir juga di antaranya Wakil Ketua DPR sekaligus Wakil Ketua Umum DPP PD Agus Hermanto, Ketua Fraksi PD Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Dewan Kehormatan Amir Syamsuddin serta elite PD lainnya. Sekretaris Jenderal DPP PD Hinca IP Pandjaitan memimpin diskusi dengan menjadi moderator.

Komentar

Berita lainnya