Antisipasi “Pengungsi” Kalijodo, Pemkot Depok Akan Intensifkan Razia

Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna saat aksi bersih-bersih, Minggu (21/2). (foto NBR)
Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna saat aksi bersih-bersih, Minggu (21/2). (foto NBR)

Depok, (24/2) – Pembongkaran kawasan prostitusi Kalijodo yang dilakukan Pemprov DKI kemungkinan akan membuat pekerja seks komersial (PSK) yang sebelumnya menghuni kawasan tersebut akan bermigrasi ke Kota penyangga Jakarta seperti Kota Depok.

Demi mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan mengintensifkan dan meningkatkan operasi atau razia PSK di sejumlah penginapan, tempat hiburan malam, warung remang-remang dan kost-kostan yang ada diwilayah Kota Depok.

Hal itu ditegaskan Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, di Balai Kota Depok, Selasa (23/2).

BACA JUGA:  Peringati HPSN 2019, Komunitas Ciliwung Depok Kembali "Bebenah Ciliwung"

“Kami sudah koordinasikan ini dengan Kepolisian dan TNI, agar ke depan ini razia makin diintensifkan,” kata Pradi.

Menurutnya salah satu kawasan yang berpotensi menjadi tempat migrasi PSK Kalijodo di Depok adalah sejumlah warung remang-remang di kawasan Pondok Ranggon di Harjamukti, Cimanggis, Depok. Karenanya, Pradi memastikan razia di warung remang-remang yang menyediakan PSK di kawasan itu akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

BACA JUGA:  Resmikan RSUI, Menristekdisti Harapkan Bisa Berikan Pelayanan Global

Sebab, kata Pradi, warung remang-remang yang banyak di kawasan Pondok Ranggon itu, berada di wilayah perbatasan dengan Pemkot Jakarta Timur. Karenanya hanya sebagian saja yang masuk di wilayah Depok, sementara sebagian besar lainnya masuk ke wilayah Jakarta Timur.

Comments

comments

Komentar

News Feed