Sengketa Perizinan Centro Cinere Belum Tuntas

hqdefault.jpg

Depok, (28/1) – Terkait kasus sengketa delapan perizinan pembangunan kawasan bisnis dan hunian Centro Cinere di Jalan Merawan, Cinere, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok masih belum bisa menunjukkan bukti lampiran 8 perizinan Centro Cinere.

Dalam sidang lanjutan sengketa informasi di Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat (KI Jabar), kamis lalu, Majelis Komisioner KI Jabar meminta Pemkot Depok untuk memberikan lampiran 8 perizinan Centro Cinere itu ke Warga RW 4, Kompleks TNI AL, Kelurahan Pangkalan Jati, Cinere, Depok, selaku pemohon informasi dan warga terdampak.

BACA JUGA:  Peringati HPSN 2019, Komunitas Ciliwung Depok Kembali "Bebenah Ciliwung"

Pemberian informasi berupa lampiran 8 perizinan Centro Cinere paling lambat haris dilakukan Pemkot Depok, 14 hari sejak sidang 21 Januari lalu.

Hal ini wajib dilakukan Pemkot Depok, karena Majelis Komisioner menilai warga terdampak memang berhak mengetahui dan menerima lampiran ke 8 perizinan itu. Sebab mereka merupakan warga terdampak langsung, akibat pembangunan kawasan Centro Cinere yang dikerjakan PT Megapolitan Development serta sejumlah anak perusahaannya sejak 2012 lalu.

BACA JUGA:  Disdagin Depok Tingkatkan Pengawasan Tempat Usaha Tak Berizin

“Jadi jika sampai 14 hari sejak sidang itu, Pemkot Depok tidak menyampaikan lampiran 8 perizinan itu ke kami selaku warga terdampak, maka Komisi Informasi akan menilainya untuk memberikan putusan sengketa informasi dalam sidang berikutnya,” kata Elnard Peter, salah satu warga pemohon informasi izin Centro Cinere, kepada wartawan, Kamis (28/1/2016).

Menurut Peter, jika Pemkot Depok tidak juga menjalankan yang diinstruksikan Majelis Komisioner KI Jabar, maka putusannya nanti bisa berupa eksekusi semua dokumen terkait perizinan yang dimohonkan warga oleh KI Jabar.

BACA JUGA:  Wali Kota Persilahkan Warga Gunakan Taman Kelurahan Untuk Kegiatan

Dari sana kata dia akan ketahuan, apakah kelengkapan izin kawasan Centro Cinere ini sebenarnya ada atau tidak. “Jangan-jangan semuanya tidak ada, dan ini permainan Pemkot Depok saja,” pungkas Peter. (fa)

Comments

comments

Komentar

News Feed