Harga Ayam dan Sapi Melambung, Disperindag Depok Sarankan Alih Konsumsi

daging-sapi.jpg

Depok, (28/1) – Harga daging sapi dan daging ayam di Kota Depok turut melambung tinggi. Harga daging sapi mencapai Rp 115-140 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 90-120 ribu per kilogram.

Melambungnya harga daging sapi berdampak pada tingginya harga daging ayam sebagai konsumsi pengganti. Hingga kini, harga daging ayam broiler masih berada pada kisaran Rp 40-45 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp30-35 ribu per kilogram.

Hal ini terpantau di tujuh pasar tradisional di Kota Depok, yakni Pasar Kemirimuka, Pasar Agung, Pasar Depokjaya, Pasar Musi, Pasar Cisalak, Pasar Tugu, dan Pasar Sukatani. Harga daging sapi tertinggi berada di Pasar Depokjaya yang mencapai Rp 140 ribu per kilogram. Sedangkan di Pasar Kemirimuka, daging sapi dijual Rp 120 ribu per kilogram.

BACA JUGA:  Resmi! TCash Berubah Jadi LinkAja

Sedangkan harga daging ayam broiler di Pasar Depokjaya mencapai Rp 55 ribu per kilogram dan di Pasar Kemirimuka Rp 40 ribu per kilogram. Kondisi ini tak hanya dikeluhkan oleh konsumen tetapi juga pedagang karena penjualan yang merosot cukup tajam.

Tingginya kedua komoditi pokok ini, menurut Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok Martinho dikarenakan adanya pajak yang dikenakan untuk sapi impor oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan. Tujuannya, kata Martinho adalah untuk melindungi peternak lokal.

Namun, produksi daging sapi lokal masih belum bisa mengimbangi kebutuhan konsumsi daging sapi dalam negeri, sehingga konsumsi sapi impor pun masih berjalan. Namun, harga daging sapi impor yang telah dikenai pajak menjadi membumbung tinggi dan tak terjangkau masyarakat.

BACA JUGA:  Peringati HPSN 2019, Komunitas Ciliwung Depok Kembali "Bebenah Ciliwung"

“Ketergantungan terhadap sapi impor masih tinggi. Peternak lokal belum bisa memenuhi konsumsi. Kota Depok pun tak bisa terhindar dari harga daging sapi yang tinggi karena pasokan daging di kota ini masih berasal dari Pasar Induk Kramat Jati, dan dari sejumlah pasar tradisional di perbatasan kota serta pusat perbelanjaan modern. Sedangkan dari Rumah Potong Hewan (RPH) masih belum bisa memenuhi kebutuhan konsumsi daging di kota ini,” tutur Martinho di Balaikota Depok, Kamis (28/1).

Sedangkan untuk daging ayam, tingginya harga dikarenakan harga pakan ayam yang juga tinggi. Biasanya ayam pedaging dan petelur mengonsumsi pakan berupa jagung impor. Saat ini, jagung impor tengah dibatasi oleh pemerintah untuk melindungi jagung lokal. “Harga jagung lokal tinggi mencapai Rp6 ribu per kilogram. Kalau jagung impor di bawah itu harganya, persisnya saya kurang tahu,” tutur Martinho.

BACA JUGA:  Ketahui Cara Aman Melakukan Pinjaman Online

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok mengimbau warga Depok untuk cerdas memilih bahan pangan di tengah tingginya harga daging sapi dan daging ayam. Bila tak mampu membeli dua komoditi ini dalam jumlah banyak, maka bisa dikurangi menjadi setengah kilogramnya atau seperempat kilogramnya.

“Atau beralih ke bahan pangan lain yang juga tak kalah nilai gizinya. Misalnya ikan laut, ikan teri, dan telur. Cerdas memilih bahan pangan dan jangan memaksakan diri bila tak mampu membeli. Sesuaikan saja dengan kemampuan,” ujar Martinho.

Tentang adanya operasi pasar daging sapi dan daging ayam, Martinho mengatakan belum mengetahui adanya kemungkinan untuk hal tersebut. (fa)

Comments

comments

Komentar

News Feed