Jangan Abaikan Kesehatan Gizi pada Remaja

Saat anak beranjak remaja, kontrol orang tua atas jajanan anak cenderung melonggar

DEPOKPOS – Pada dasarnya manusia sangat membutuhkan gizi karena sangat penting untuk pertumbuhan normal serta perkembangan fisik dan kecerdasan bayi, anak-anak, serta seluruh kelompok umur.

Jika Kondisi gizi tidak optimal, manusia mudah mengalami gangguan kesehatan dan kondisi kesehatan yang buruk, serta meningkatkan risiko penyakit infeksi.

Saat ini banyak sekali orang yang mengabaikan kesehatan gizi. Pada anak remaja sekarang mereka membutuhkan gizi yang berbeda apabila ditinjau dari sisi biologis maupun psikologis.

Saat anak beranjak remaja, kontrol orang tua atas jajanan anak cenderung melonggar. Sebagai orang tua, Anda perlu waspada karena jajanan remaja masa kini belum tentu higenis dan juga bergizi.

Mari kita lihat “jajanan” remaja masa kini yang berada di minimarket, mall, kafe, kedai modern, ataupun di layar ponsel mereka alias layanan makanan pesan antar.

Meskipun tidak semua remaja mengonsumsinya secara rutin, lingkungan pergaulan dan uang saku mereka akan memengaruhi pola konsumsi jajanan modern ini dan juga akan mempengaruhi gizi yang dikonsumsi.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 Tahun 2014, remaja adalah kelompok usia 10 tahun sampai berusia 18 tahun. Remaja memiliki kebutuhan nutrisi yang spesial dibandingkan kelompok umur lainnya.

Hal ini karena pada saat remaja terjadi pertumbuhan yang pesat dan perubahan kematangan fisiologis sehubungan dengan masa pubertas.

Sebagai contoh yang lainnya, zaman sekarang banyak sekali masyarakat yang lebih memilih untuk pergi ke restoran cepat saji dibandingkan memasak sendiri.

Berkat kecanggihan teknologi pada zaman modern saat ini, kehadiran makanan cepat saji semakin memanjakan manusia dalam memenuhi kebutuhan primer sehari-hari. Semakin banyak restoran cepat saji dapat mengubah gaya hidup masyarakat.

Masyarakat menginginkan semua dilakukan secara instan, praktis, serta cepat dalam mengonsumsi makanan tanpa memikirkan kandungan makanan yang mereka konsumsi sehat atau tidak.

Makanan cepat saji memiliki banyak sekali ragam jenis, dari makanan ringan hingga berat. Kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi makanan semakin beraneka ragam termasuk kegemaran mengonsumsi makanan cepat saji.

Padahal jika dikonsumsi berlebihan, makanan cepat saji dapat mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan.

Lingkungan budaya pada remaja saat ini lebih sering disebabkan karena lingkungan sosial yang berbeda dengan lingkungan sebelumnya, sehingga remaja harus beradaptasi, terutama dengan makanan, seperti jenis makanan dan rasa makanan yang baik dan status gizi yang baik.

Dengan demikian, remaja diharapkan mampu memperhatikan perilaku makan dengan mempertimbangkan kandungan gizi yang terdapat dalam makanan yang akan dikonsumsi sehingga dapat memperoleh gizi yang baik.

Bianca Aulia, SMAN 15 Kota Bekasi