Incar Frank Rijkaard, Barcelona Berharap Temukan Messi baru?

Rijkaard adalah sosok yang berperan penting dalam karier megabintang Barcelona dan Argentina, Lionel Messi

Rijkaard adalah sosok yang berperan penting dalam karier megabintang Barcelona dan Argentina, Lionel Messi

DEPOKPOS – Barcelona mulai aktif bergerak mencari pelatih baru. Pasalnya Xavi mengatakan dirinya bakal cabut pada akhir musim 2023/2024 ini.

Barcelona dikabarkan mempertimbangkan untuk memilih Frank Rijkaard sebagai pelatih barunya untuk menggantikan Xavi.

Blaugrana disebut tertarik memakai jasa Frank Rijkaard.

Rumor ini disampaikan oleh Marca. Laporan itu mengklaim bahwa Presiden Barcelona yakni Joan Laporta sangat tertarik pada legenda Belanda tersebut.

Bahkan Laporta disebut sudah menghubungi Rijkaard. Di sisi lain pelatih berusia 61 tahun itu dikabarkan tak menutup pintu untuk balik ke Barcelona.

BACA JUGA:  Tiga Kali Kalah di Final, Ini Alasan Pochetinno

Nama Frank Rijkaard memang tidak asing bagi Barcelona. Pria asal Amsterdam itu pernah melatih Barca pada tahun 2003 silam.

Ia melatih di Camp Nou sampai tahun 2008. Prestasinya pun terbilang apik.

Ia membantu Barca meraih dua trofi juara La Liga dan dua trofi Supercopa de Espana. Blaugrana juga dibantu oleh Rijkaard memenangkan gelar Liga Champions 2005/2006.

Rijkaard dan Messi

Rijkaard adalah sosok yang berperan penting dalam karier megabintang Barcelona dan Argentina, Lionel Messi.

BACA JUGA:  Tiga Kali Kalah di Final, Ini Alasan Pochetinno

Pada tahun 2004, pelatih asal Belanda itu memberikan debut untuk Messi yang masih berusia 17 tahun dan jadi pemain termuda ketiga dalam sejarah klub yang melakukan debut.

Setelah debut laga kompetitif pada 17 Oktober 2004 melawan Espanyol, Messi kemudian merangkai cerita indah bersama klub Catalan itu hingga saat ini.

“Saya selalu mendapat kesan bagus dengan para mantan pelatih saya, tapi pelatih terpenting dalam karier saya adalah Rijkaard,” ujar Messi kepada MBC seperti dikutip Soccerway.

BACA JUGA:  Tiga Kali Kalah di Final, Ini Alasan Pochetinno

“Jika dia tidak memutuskan untuk membawa saya berlatih di tim utama dan bermain, mungkin saya tidak akan pernah bisa masuk tim utama,” sambungnya.