Ancaman Pemanasan Global Terhadap Siklus Air

DEPOKPOS – Pemanasan global adalah perubahan suhu di bumi dan sekitarnya yang ditandai dengan memanasnya suhu atmosfer, daratan, dan perairan di bumi. Pemanasan global tentu tidak bisa dapat dicegah seiringnya waktu, tapi kita bisa menunda untuk dampak yang lebih parah jika kita berusaha. Efek dari kenaikan suhu satu derajat saja di bumi itu sudah menjadikan perubahan iklim yang sangat parah bagi bumi.

Penyebab terjadinya pemanasan global bisa disebut dengan efek rumah kaca, yaitu gas CO2 dan gas emisi lainnya yang terperangkap di atmosfer bumi dan menyebabkan memanasnya permukaan bumi. Gas-gas tersebut dihasilkan dari yang pertama yaitu pemanfaatan energi dan transportasi yang bersumber dari bahan bakar fosil, yang kedua yaitu perubahan tata guna lahan sehingga terjadi ketidak seimbangan, yang ketiga yaitu produksi gas buangan dari pabrik-pabrik, yang keempat yaitu penggunaan bahan bakar fosil yang banyak seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Yang kelima yaitu eksploitasi hutan secara berlebihan menyebabkan konsentrasi CO2 di atmosfer menjadi banyak, yang terakhir yaitu penggunaan alat yang mengandung CFC tidak terkontrol yaitu kulkas dan AC.

BACA JUGA:  Benarkah Hiu Pemangsa Manusia

Terjadinya pemanasan global pasti memiliki dampak bagi bumi, yaitu terjadinya peningkatan suhu bumi, jika suhu bumi terus meningkat maka akan terjadi pemuaian lempeng bumi yang dapat memicu gempa bumi, peningkatan permukaan air lautan akibat mencairnya es di kutub-kutub bumi, perubahan iklim yang tidak stabil akan menyebabkan perubahan cuaca ekstrem dan sulit di prediksi yaitu perubahan frekuensi el nino (meningkatnya suhu permukaan air laut) dan el nina (menurunnya suhu permukaan air laut, keasaman air laut karena air laut menyerap sebagian panas yang disebabkan oleh karbon dioksida, suhu dan tingkat keasaman air laut yang semakin meningkat dapat menyebabkan terumbu karang memutih memicu gelombang dan badai yang besar serta mengancam ekosistem laut.

Untuk mencegah efek pemanasan global semakin parah, maka kita harus melakukan kegiatan yang baik untuk bumi kita, yaitu menggunakan produk bahan yang ramah lingkungan, mengurangi jumlah limbah dengan mengolahnya kembali, mendaur ulang kembali barang sudah yang tidak bisa dipakai menjadi barang yang bisa digunakan kembali, menggunakan kendaraan listrik atau kendaraan bahan bakar hidrogen, dan masih banyak lagi.

BACA JUGA:  Cara Memupuk Rasa Percaya Diri

Siklus air adalah proses pergerakan terhadap air melewati daratan, lautan, serta atmosfer bumi. Proses siklus air berfungsi untuk memperbaharui air-air untuk kebutuhan makhluk yang ada di bumi. Dikarenakan ketersediaan air tawar di bumi sangatlah sedikit dibandingkan dengan air asin.

Meningkatnya suhu menyebabkan air cepat menguap dan bekuan air di kutub cepat mencair. Jika es-es di kutub meleleh maka air di lautan sekitar akan meningkat dan pulau-pulau akan terkikis dan bisa saja tenggelam dari waktu ke waktu. Siklus air sudah sangat terganggu dengan adanya perubahan tersebut. Bisa saja daerah-daerah yang telah berkecukupan airnya, tetapi terjadi hujan terus menerus di daerah tersebut, maka akan terjadi banjir karena telah kelebihan air. Sebaliknya, ada daerah dimana kekurangan air, tetapi tidak terjadi hujan di daerah tersebut. Disini sudah terlihat jelas akan ketidakseimbangan iklim.

BACA JUGA:  5 Tradisi Orang Betawi Sebelum Ramadan

Penanganan pemanasan global dengan cara mengatasi siklus air, yaitu mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sedikit demi sedikit. Tetapi, ada cara yang lebih cepat, yaitu dengan menambah dan memperluas lahan serta meningkatkan kapasitas tanah untuk menyerap dan menyimpan air. Memperbaiki sungai dan saluran air yang lebih baik lagi agar dapat menyerap air dan membantu cadangan air tanah serta dapat mencegah terjadinya banjir. Selain itu, juga bisa membuat daerah resapan di sekitar bangunan-bangunan ataupun perumahan, agar dapat mencadangkan air di tanah-tanah tersebut saat terjadi kekeringan dan juga dapat mencegah terjadinya banjir.

Krismayanti
Mahasiswi Akademi Teknik Tirta Wiyata Magelang