Trend Suhu Bumi Semakin Meningkat, Bagaimana Nasib Pekerja Sektor Konstruksi?

DEPOKPOS – Beberapa sumber terpercaya atau bahkan UNFCCC (United Nations Framework on Climate Change Conference) telah menyatakan bahwa rata-rata kenaikan suhu bumi pada tahun 2023 telah melebihi batas yang ditentukan yakni lebih dari 1,5℃.

Peningkatan suhu bumi di era abad ke-21 ini diakibatkan oleh meningkatnya gas karbon dioksida (CO2) yang disebabkan oleh gas urbanisasi, pekerjaan industri, dan efek rumah kaca.

Peningkatan suhu bumi yang kian memburuk membawa dampak buruk pula pada aspek kesehatan manusia dan ekonomi dunia. Industri- industri perlu melakukan perubahan seiring perubahan iklim yang semakin panas sehingga diperlukan semakin banyak keperluan finansial dan kemungkinan terjadinya kerugian.

Jika suhu luar ruangan (outdoor) semakin panas, maka potensi manusia akan terpajan panas semakin besar pula.

Bayangkan jika Anda berjalan di luar ruangan saat siang hari, sangat panas dan membuat kita banjir keringat, bukan? Para pekerja konstruksi harus melakukan hal tersebut selama kurang lebih 40 jam per minggunya.

BACA JUGA:  Bangun Pagi Jangan Tidur Lagi, Ini Bahayanya!

Panas lingkungan yang ada ini memiliki pengaruh yang sangat besar kepada kita semua. Tidak luput dari perhatian ILO (International Labour Organization), bahwa pekerja di sektor industri konstruksi adalah salah satu dari beberapa industri yang terdampak dari peningkatan suhu bumi.

Ketika manusia bekerja di luar ruangan, hal pertama yang akan dirasakan oleh manusia adalah rasa lelah dan berkeringat karena tubuh berusaha keras untuk menjaga temperatur tubuh pada suhu normalnya yaitu antara 36,1 – 37,2 °C.

Tubuh yang kesulitan mengendalikan temperatur itu lalu membuat jantung berdegup lebih kencang. Selain itu, tubuh yang mengeluarkan keringat lebih banyak dari biasanya akan menyebabkan dehidrasi.

Ketika semua usaha tubuh ternyata gagal, dapat menyebabkan penyakit terkait panas seperti muncul ruam dan kram, bahkan dapat menyebabkan stroke akibat panas ketika suhu semakin ekstrim.

Para pekerja konstruksi sebagian besar pastinya bekerja di tempat outdoor. Mereka memiliki risiko terpajan panas lebih tinggi dibandingkan industri lainnya. Apalagi, pekerja konstruksi banyak melakukan kegiatan angkat dan angkut atau kegiatan fisik lainnya.

BACA JUGA:  Dampak Pelecehan Seksual Terhadap Sosial, Psikologis dan Fisik

Ketika kita melakukan kegiatan fisik di dalam ruangan saja sudah sangat melelahkan, bagaimana kondisi para pekerja yang harus melakukan kegiatan fisik dengan paparan sinar matahari serta lingkungan mereka yang panas? Pasti sangat berisiko, ya!

Panas yang ada dapat meningkatkan risiko kelelahan baik fisik maupun mental, sehingga dapat mempengaruhi kinerja dan dapat meningkatkan kesalahan saat bekerja. Studi juga menyatakan bahwa mortalitas yang berhubungan dengan panas banyak ditemukan pada pekerja konstruksi.

Padahal, sektor konstruksi memiliki peranan yang besar dan sangat penting dalam ekonomi nasional dan bahkan ekonomi global, sehingga perlu banget diberikan perhatian dan penanganan khusus untuk mengatasi risiko yang dihadapi para pekerja konstruksi.

Upaya yang paling tepat yang dapat dilakukan oleh para pemberi kerja di industri konstruksi adalah dengan melakukan pengendalian pajanan panas lingkungan untuk mencegah risiko kesehatan terjadi pada pekerja konstruksi.

BACA JUGA:  Anak Muda Jangan Banyak Begadang, Ini Dampaknya!

NIOSH (National Institute for Occupational Safety and Health) mengeluarkan lima hirarki pengendalian yang dapat dilakukan oleh para pemberi kerja dalam mencegah terjadinya risiko kesehatan pada pekerja.

Lima pengendalian tersebut adalah melakukan elimination (menghilangkan sumber bahaya), substitution (menggantikan sumber bahaya dengan alternatif lain), engineering controls (rekayasa teknik atau mengisolasi pekerja dari bahaya), administrative controls (mengubah bagaimana cara pekerja bekerja), dan personal protective equipment (melindungi pekerja dengan alat pelindung diri atau APD).

Tidak semua hirarki kontrol ini dapat digunakan dalam melakukan pengendalian pajanan panas di sektor konstruksi. Pajanan panas lingkungan yang ada di sektor konstruksi utamanya disebabkan oleh suhu panas akibat iklim sehingga eliminasi dan substitusi tidak dimungkinkan untuk dilakukan.