Seberapa Penting Support System di Masa Perkuliahan?

DEPOKPOS –  Support system merupakan sebutan bagi orang yang selalu berada disamping kita terutama dalam keadaan susah. Mereka adalah orang kepercayaan yang siap menampung berbagai keluh kesah masalah kehidupan, mereka juga akan memberikan dukungan penuh kepada kita.

Mengapa banyak mahasiswa yang memerlukan sosok support system ini? Dalam era yang serba cepat sekarang ini mahasiswa sering kali merasa kewalahan dengan tuntutan dan tugas kuliah. Berbagai lika-liku yang dialami mahasiswa selama kuliah mulai dari hal-hal yang membuat sedih hingga senang membuat mahasiswa mengalami perasaan yang tidak menentu. Di sinilah support system dikala perkuliahan menjadi sangat berharga.

Lalu siapa yang bisa menjadi support system?

Supprot system dapat datang dari mana saja, mulai dari orang tua, teman atau sahabat bahkan pacar. Support system juga dapat ditemukan dari dalam diri kita sendiri sebagai alternatif ketika tidak memiliki atau kesulitan untuk mencari dukungan dari orang lain. Dukungan dari semua pihak ini memainkan peran penting dalam membantu mahasiswa mencapai tujuan akademik dan perkembangan pribadi mereka.

BACA JUGA:  Jangan Terjebak Hubungan Toxic, Lakukan Ini!

Kali ini support system yang akan dibahas berkaitan dengan orang tua. Dukungan dan semangat dari orang tua sangatlah penting untuk mental dan psikologi anak, terlebih ketika sedang butuh motivasi, banyak tugas, kesulitan menyusun skripsi, dan tuntutan-tuntutan lainnya.

Berita akhir-akhir ini sedang maraknya kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa. Data Kepolisian RI pada Januari-Juli 2023 mencatat ada 663 kasus bunuh diri atau tiga kasus setiap hari. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah kasus bunuh diri itu naik 36,4 persen (Kompas.id).

Sebelum mengakhiri hidupnya, mereka sempat membuat pesan yang terharu untuk orang tuanya. Secara tidak langsung keputusan mereka banyak berasal dari gangguan mental, depresi/stress, kurangnya dorongan, dukungan, dan motivasi, atau bahkan bisa jadi dari tekanan orang tua. Orang tua seharusnya bisa dijadikan rumah sebagai tempat keluh kesah, tetapi mereka malah enggan untuk terbuka karena mungkin akan dapat omongan-omongan yang membuat mental semakin down.

Keluarga terutama orang tua memiliki peranan yang sangat penting untuk membantu memulihkan atau menjaga kesehatan mental orang orang terdekatnya salah satunya anak mereka, untuk membantu menghindar dan membentengi diri dari gangguan mental yang sudah umum didengar (Riyadi, 2016).

BACA JUGA:  Definisi, Jenis dan Dalil Tentang Riba

Dikala perkuliahan peran orang tua memanglah sangat penting agar kita bisa menghadapi segala tantangan dan perubahan. Dengan kasih sayang, nasehat, motivasi dan segala bentuk perhatian dari orang tua merupakan salah sattu hal yang bisa menjadikan kita kuat untuk menjalani kehidupan. Selain itu, orang tua juga menjadi salah satu alasan kita untuk terus berjuang hingga tamat kuliah.

Namun bagaimana jika kita jauh dari orang tua?

Kuncinya adalah komunikasi. Komunikasi dengan intensitas yang teratur membuat kita merasa terhubung dengan keluarga. Hal ini sangat penting bagi orang tua, yang mungkin merasakan kehilangan atau kesedihan ketika anak merantau. Melalui komunikasi secara rutin, orang tua bereperan penting dalam meberikan sebuah dukungan, perhatian, dan memberikan rasa kasih sayang demi Kesehatan mental sang anak yang sedang merantau di luar daerah. Maka dari itu hubungan yang sehat antara orang tua dan anak itu dilihat dari bagaimana cara berkomunikasinya, orang tua adalah tempat dimana anak dapat mencurahkan segala bentuk keluh kesahnya.

BACA JUGA:  “Brand Ambassador Esports” Kini Bisa Jadi Pekerjaan?

Selain dari paparan di atas beberapa manfaat ketika kita memiliki sosok support system dikala perkuliahan antara lain, kita menjadi memiliki seseorang untuk saling mendukung, bisa menghibur saat kita sedang berada dalam kesedihan, kita dapat bertukar cerita/pengalaman/keluh kesah, kita memiliki sosok penyemangat, dan masih banyak lagi.

Berdasarkan survey yang saya lakukan semua responden berpendapat bahwa penting bagi kita untuk memiliki sosok support system. Dimana beberapa orang menjadikan orang tua sebagai suppor system yang paling berpengaruh bagi kehidupan mereka. Beberapa orang juga menganggap memiliki seorang sahabat saja sudah cukup untuk memotivasi diri.