Dengan Bersepeda, Wali Kota Tinjau Pembangunan Alun-alun dan Hutan Kota Depok

Untuk perkiraan masyarakat dapat memanfaatkan Taman Alun-alun dan Hutan Kota Depok diperkirakan antara April dan Mei 2024

DEPOK – Wali Kota Depok, Mohammad Idris, meninjau pembangunan Taman Alun-alun dan Hutan Kota Depok wilayah barat tepatnya dekat Situ Tujuh Muara, Kelurahan/Kecamatan Bojongsari.

Dirinya memantau progres pembangunan fisik di Taman Alun-alun tersebut dengan bersepeda memanfaatkan hari cuti bersama Natal pada 26 Desember 2023.

Idris ditemani istri yang juga merupakan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok, Elly Farida memulai rute bersepeda dari kantor Kecamatan Bojongsari ke Taman Alun-alun dan Hutan Kota Depok sejauh 4,2 kilometer (km).

“Kita ini istilahnya last minutes, tadi sudah saya klarifikasi dan mereka mengonfirmasi bahwa sekarang sesuai dengan penjelasan dari konsultan pengawasnya sudah 96 persen,” kata Idris, usai melihat-lihat progres pembangunan Taman Alun-alun dan Hutan Kota Depok, Selasa (26/12/23).

Menurutnya, sisa penyelesaian pekerjaan proyek Taman Alun-alun ini sebesar 4 persen, meliputi area Ekspresi dan Teater.

BACA JUGA:  Munggahan, Tradisi Betawi Jelang Ramadan yang Tetap Terjaga

“Area ini (area Ekspresi dan Teater) dikerjakan belakangan karena dahulu ini tempat mobil dan beberapa alat berat untuk menyelesaikan pekerjaan semuanya, jadinya terakhir yang 4 persen itu ini nanti ruang sama kios-kios UMKM,” jelasnya.

Idris mengungkapkan, seluruh area Taman Alun-alun dan Hutan Kota Depok bisa digunakan oleh anak muda, karena terfasilitasi oleh Wi-Fi gratis, ada juga ruang Ekspresi yang diisi panggung, dan penyediaan panggung Teater.

“Juga tempat bermain futsal, nanti akan dilihat suasananya kalau sudah jadi bisa diadakan tambahan-tambahan yang sifatnya permainan anak-anak atau kreasi anak muda yang sifatnya fisik,” terangnya.

“Kalau yang sifatnya digitalisasi ya bisa menggunakan ruang-ruang yang memang bisa dimanfaatkan, termasuk ruang depan UMKM ini bisa juga dimanfaatkan sebagai co-working space,” sambungnya.

Dikatakannya, sesuai komitmen dari kontraktor proyek pembangunan Taman Alun-alun dan Hutan Kota Depok, selesai di akhir tahun.

BACA JUGA:  Waspada! Kembali Beredar Pesan Penipuan Atas Nama Wakil Wali Kota Depok

“Komitmen mereka tanggal 28 bisa selesai, sekarang tanggal 26, berarti 2 hari lagi maksimal mentoknya tanggal 29 Desember 2023 kalau memang mau penyelesaian dari sisi pelunasan pembayaran sesuai ketentuannya 100 persen langsung bayar, kalau belum 100 persen belum dibayar,” ungkapnya.

Selanjutnya, jika area Taman Alun-alun dan Hutan Kota Depok sudah rampung dikerjakan, pihaknya masih akan membangun jembatan gantung sepanjang 170 meter ke arah perkampungan wilayah RW 14 Bojongsari.

“Karena itu, membutuhkan alat berat untuk bisa masuk ke sini dan alat berat itu akan dibawa memasukkan tongkang dari luar ke situ, nanti hasil dari pabrikan jembatan gantung ini akan diangkut oleh tongkang dan langsung dipasang di situ,” bebernya.

Idris mengatakan, jika jembatan sudah selesai, pihaknya berencana meminta penambahan lebar jalan keluar dan masuk Taman Alun-alun dan Hutan Kota Depok agar bisa dilalui oleh dua mobil.

“Mungkin kalau untuk masuknya saja bisa, tetapi keluarnya bagaimana nanti, nah ini hanya muat satu mobil jalan keluar masuknya,” imbuhnya.

BACA JUGA:  5 Tradisi Orang Betawi Sebelum Ramadan

“Makanya kita minta negoisasi apakah bisa ditambah dua meter atau seperti apa agar bisa selesai diakhir tahun ini pembicaraan oleh pihak PT. Pakuan Tbk (pemilik lahan di sekitar Taman Alun-alun dan Hutan Kota Depok),” katanya.

Untuk perkiraan masyarakat dapat memanfaatkan Taman Alun-alun dan Hutan Kota Depok diperkirakan antara April dan Mei 2024.

“Kira-kira selesai semua itu antara April dan Mei tahun depan baru bisa dimanfaatkan,” tandas Idris.