Pasar Kaki Langit, Keunikan Pasar Sekaligus Wisata di Sisi Timur Yogyakarta

DEPOKPOS – Pasar dikenal sebagai tempat di mana aktivitas penggunaan sehari-hari dijual. Namun terkadang pasar tradisional yang ada di Indonesia tidak hanya sekedar tempat berbelanja saja, ada juga pasar tradisional yang unik. Salah satunya adalah Pasar Kaki Langit di Yogyakarta.

Pasar Kaki Langit terletak di Desa Wisata Mangunan, Dlingo, Bantul, Yogyakarta dan hanya buka pada hari Sabtu dan Minggu. Pasar ini dekat dengan tempat wisata alam seperti Mata Air Purba Sendang Mangunan dan Hutan Bengung yang terletak di dalam hutan pinus. Ada beberapa keunikan yang membuat pasar ini menjadi pilihan yang sangat cocok untuk tujuan liburan Anda.

Pasar Kaki Langit merupakan salah satu contoh kreativitas dan daya adaptasi masyarakat dalam memanfaatkan ruang yang terbatas. Memanfaatkan ruang yang sering tidak terpakai di bawah jembatan atau jalan layang, pasar ini menjadi tempat para pedagang menjual berbagai produk. Para pedagang biasanya membentangkan terpal atau tenda di bawah jembatan dan memajang dagangannya dengan banyak pilihan pakaian, aesoris, makanan dan minuman untuk kebutuhan sehari-hari.

BACA JUGA:  Dampak Penggunaan AI Terhadap Semangat Belajar Mahasiswa

Salah satu daya tarik utama Skyline Market adalah suasananya yang semarak dan semarak. Pedagang dan pembeli berinteraksi dalam suasana hati yang baik, menciptakan suasana yang penuh energi dan kehidupan. Juga, pasar-pasar ini menawarkan berbagai macam produk dengan harga terjangkau yang menarik banyak orang untuk membeli. Selain itu, pasar ini juga menjadi wadah bagi usaha kecil dan menengah untuk memasarkan produknya, sehingga memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.

Pasar Kaki Langit juga memberikan dampak positif bagi kawasan sekitar. Pasar ini membantu mengurangi kemacetan dan memanfaatkan ruang yang sebelumnya tidak terpakai dengan memanfaatkan ruang di bawah jembatan atau jalan layang. Selain itu, pasar ini menawarkan kesempatan bagi masyarakat yang tinggal di dekat pasar untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan membuka usaha di pasar atau menjadi pedagang.

BACA JUGA:  Pengembangan UMKM di Era Digital: Tantangan dan Peluang

Pasar Kaki Langit sering menyelenggarakan pameran seni Gejog Lesung yang menampilkan bagaimana orang menggiling padi pada zaman dahulu. Bacaan gejog adalah salah satu bentuk kesenian tradisional yang menggunakan alat perontok padi tradisional atau sering kali lesung untuk membuat alat musik. Kesenian ini tersebar luas di berbagai wilayah Yogyakarta, terutama di masyarakat pertanian seperti Kabupaten Bantul, Kulonprogo dan Gunung Kidul. Para pemain menyanyikan lagu Jawa sambil menari mengikuti suara lesung.

Pedagang di Pasar Kaki Langit memakai Pakaian adat Jawa identik dengan kebaya, batik. Hal itu dimaksudkan agar menambah suasanya Kota Yogyakarta seperti tempo dulu.

BACA JUGA:  Pengembangan UMKM di Era Digital: Tantangan dan Peluang

Pasar Kaki Langit memiliki metode pembayaran khusus berupa koin bulat yang dapat Anda tukarkan sebelum memasuki area pasar. Uang kayu bulat yang digunakan sebagai pelelangan resmi di pasar kaki langit memiliki nilai tersendiri yang berasal dari angka yang tertulis di atasnya. Anda akan menerima sekantong koin kayu dengan angka 1, 2, 5 dan 10 senilai uang yang ditukarkan. Nilainya tidak berubah, hanya mata uangnya saja yang berbeda.

Beberapa permainan tradisional kini dihidupkan kembali melalui pasar ini membangun citra tradisional tempo dulu.Itulah beberapa keunikan Pasar Kaki Langit yang bisa menambah suasana liburan Anda menjadi lebih berkesan.

Nadya Nur Aulia
Politeknik Negeri Jakarta

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait