UI Tampilkan Produk Makanan hingga Elektronik di Alley Market 2023

DEPOKPOS –  “Alley Market 2023: Beat The Competition Through Innovation” suatu wadah untuk mengaplikasikan perencanaan inovasi bisnis dan memberi insight bagi mahasiswa tentang pasar bisnis, diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI). Kegiatan tersebut memperkenalkan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebagai bentuk pengaplikasian mata kuliah Product Exhibition and Advertisement Competition.

Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan bisnis mahasiswa, serta memperluas jaringan antar-UMKM. Dengan begitu, karakter entrepreneurship mahasiswa dapat terasah secara langsung di lapangan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  UI Hadir di NAFSA Annual Conference & Expo Washington

Pada pameran Alley Market 2023, ditampilkan 15 produk UMKM karya mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga. Beberapa di antaranya adalah platform Perutku (konsultasi kesehatan gizi untuk program diet), MOOV (online booking lapangan olahraga futsal, badminton, basket, dan tenis), dan Discover Jakarta (penyedia informasi wisata di Jakarta dan Tangerang).

Produk lain yang ditampilkan adalah makanan dan minuman, seperti Chicoffe (minuman berbahan roots), Gumico (permen pengganti rokok), Flavour Beat (kebab rendah kalori), Crunchery (‘sendok’ yang bisa dikonsumsi), dan Labana (makanan padang yang dikemas kekinian). Di bidang fashion yang dipamerkan adalah Monokrom (jaket sekaligus jas hujan), Recloth.id (pakaian daur ulang), dan Aishwarya (batik modern).

BACA JUGA:  UMJ Anugerahkan Gelar Kehormatan Doctor HC Kepada UAH

Selain itu, produk lainnya adalah Amo Candle (lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah), Heat UP (pemanas ruangan portable), Wrap It Up (pengganti kantong plastik re-use), Totem (tote bag serbaguna). Ketua Alley Market 2023, Ghossan Alkurnain berharap Alley Market 2023 yang dilaksanakan pada 8–12 Mei 2023 menjadi wadah bagi sesama mahasiswa untuk berkreasi, berinovasi, dan berkompetisi di pasar bisnis. “Inovasi dan kompetisi merupakan hal yang perlu dibangun untuk meningkatkan jiwa entrepreneurship,” ujar Ghossan.

Pos terkait