PRM Bojongsari: Gerakan Ekonomi Muhammadiyah di Kota Depok, Sangat Potensial

DEPOKPOS – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok gelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-7 yang dilangsungkan pada Tanggal 27-28 Mei 2023, bertempat di Perguruan Muhammadiyah Cinangka, Cabang Muhammadiyah Sawangan, Kota Depok.

Terkait hal tersebut, Syarif Hidayatullah, M.Pd., Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bojongsari sangat apresiasi terkait rangkaian kegiatan tersebut. Hal tersebut, tak luput dari kinerja pimpinan yang saat ini sedang diberi amanah kepemimpinan.

“PRM Bojongsari sebagai ranting baru, sangat apresiasi terkait ramainya acara Musda Ke-7 ini. Apapun hasilnya, pasti yang dikedepankan adalah kemaslahatan warga Muhammadiyah dan Kota Depok pada umumnya,” ungkap Syarif, yang juga sebagai Dosen FKIP UHAMKA Jakarta.

BACA JUGA:  Cukup Tunjukan KIA, Ada Diskon Paket Makan hingga Biaya Khitan

Sementara itu, Hamli Syaifullah, SE,Sy, M.Si., selaku Sekretaris PRM Bojongsari menyampaikan hal yang sama, bahwa keberadaan Muhammadiyah di Kota Depok sangat potensial. Potensial di segala dimensi kehidupan.

“Secara massa yang datang hari ini di acara pembukaan Musda, rasa-rasanya sangat membanggakan. Warga Muhammadiyah di Kota Depok hampir semua datang. Acara sangat ramai dan meriah. Sebagai orang yang berlatar pendidikan ekonomi, massa yang datang sangat potensial secara ekonomi,” ungkap Hamli Syaifullah, yang juga sebagai dosen Perbankan Syariah, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Jakarta (FAI-UMJ).

BACA JUGA:  Cukup Tunjukan KIA, Ada Diskon Paket Makan hingga Biaya Khitan

Hamli menambahkan bahwa setiap warga Muhammadiyah pasti melakukan aktivitas konsumsi. Mulai konsumsi yang bersifat sandang, papan, dan pangan. Dari aktivitas konsumsi tersebut, pasti ada aktivitas pembelian yang akan berujung menghasilkan keuntungan. Jadi, warga Muhammadiyah Se Kota Depok tinggal dikordinir dalam rangka melakukan pembelian oleh PDM Kota Depok.

“Nah, tinggal dikordinir saja aktivitas pembeliannya, mulai dari PDM, PCM, hingga PRM sebagai kordinatornya. Kumudian tinggal didistribusikan ke semua warga Muhammadiyah. Untungnya, masuk menjadi kas Muhammadiyah,” ungkap Hamli, di sela-sela mengikuti Sidang Pleno Musda, pasca pembukaan Musda.

Hamli menambahkan bahwa potensi ekonomi tersebut, bila direspons dengan didirikan AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) bidang ekonomi, misal bidang perbankan, koperasi, ataupun yang lainnya, itu sangat bagus. Pastinya, warga Muhammadiyah akan menjadi kekuatan dan memberikan penguatan ekonomi di Kota Depok.

BACA JUGA:  Cukup Tunjukan KIA, Ada Diskon Paket Makan hingga Biaya Khitan

“Bila bentuknya AUM berbadan hukum PT, maka sahamnya tinggal dijual ke warga Muhammadiyah. Tentu, pemegang saham pengendali tetap Muhammadiyah. Dividen tahunan milik Muhammadiyah, pastinya akan bisa jadi sumber penggerak dakwah di masyarakat,” pungkas Hamli.

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait