Bahaya Kecanduan Gadget pada Anak

DEPOKPOS – Gadget yang seperti biasa berhubungan dengan sistem daring dan berbagai fitur layaknya pisau bermata dua. Yang pasti bisa bermanfaat baik, tetapi juga bisa mengancam kehidupan anak-anak. Tidak sedikit anak-anak yang mengalami “gangguan jiwa” karena kecanduan gawai atau alat elektronik pintar tersebut.

Anak-anak menggunakan sebagian besar waktu menggunakan gawai tanpa memperhatikan kesehatan, kecerahan layar, jarak layar dan durasi pemakaian. Hal-hal ini juga sudah pasti sangat berpengaruh pada penglihatan dan kesehatan anak-anak. Anak-anak juga menjadi kekurangan aktivitas fisik karena mereka cenderung menghabiskan waktu dirumah untuk menggunakan gawai.

Gadget juga bisa membuat anak menjadi agresif. Beberapa anak-anak akan lebih emosional ketika mereka tidak dapat menemukan gadget di sekitar mereka untuk digunakan dan menjadi paranoid yang tidak dapat mengontrol diri mereka sendiri ketika tidak membawa benda canggih itu.

Selain menjadi benda untuk berkomunikasi dan sumber segala informasi, ponsel yang juga sudah dilengkapi berbagai macam fitur sudah pasti menjadi pintu masuk yang mudah bagi anak-anak untuk mengakses media sosial, game, dan fitur-fitur lainnya secara online/daring yang belum sesuai untuk anak-anak. Bahkan, menggunakan gawai sangat sering tanpa menyadari waktu bisa mengakibatkan tumbuh kembang anak terganggu serta membuat anak menjadi adiksi terhadap benda tersebut.

“Anak kecanduan gawai menjadi tantangan serius. Hanya saja, tidak semua orangtua mengetahui bahwa anaknya terindikasi kecanduan gawai,” ujar Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto, Minggu (22/7/2018), di Jakarta.

Kecanduan gadget pada anak-anak tidak boleh dianggap masalah yang mudah diselesaikan, ya! Karena, menggunakan gawai yang berlebih berdampak buruk pada kesehatan anak dalam jangka panjang.

Tanda ketika anak kecanduan gadget

Gejala yang dimulai dengan gangguan fisik yang meliputi susah tidur, nyeri punggung, peningkatan atau penurunan berat badan, gangguan pengelihatan, sakit kepala, dan gangguan nutrisi. Secara psikologis pun, anak-anak yang terlalu sering bermain gadget juga sangat mudah merasa cemas, sering berbohong, memiliki perasaan bersalah, dan merasa kesepian.

Bahkan, tidak sedikit dari anak-anak yang kecanduan gawai lebih memilih untuk mengisolasi dirinya, rentan untuk mengalami perubahan suasana hati yang sangat cepat dan tidak terkontrol. Sebagai orangtua, sebaiknya mulai waspada jika aktivitas keluarga sehari-hari mulai tidak dapat diikuti oleh anak-anak karena ia tidak bisa meninggalkan ponselnya walaupun hanya sepersekian detik.

Ini sudah menandakan bahwa fokus anak tersebut hanya ada untuk gawainya. Situasi ini tidak baik untuk pertumbuhan anak-anak dan mungkin menjadi tanda-tanda anak tersebut telah memiliki adiksi untuk gawai tersebut.

[email protected]