UI Terima Hibah Bus Listrik dari Kementerian Investasi/BKPM

Menurut Rektor UI, ada dua hal yang bisa tercapai dari penggunaan bus, yaitu transisi energi dan transportasi publik yang menghemat ruang jalan. Selain itu, penggunaan bus listrik juga mengurangi beban pemerintah dalam pemenuhan subsidi BBM.

Sementara itu, Menteri Bahlil mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang membangun ekosistem mobil listrik yang terintegrasi dengan baterai. Indonesia merupakan satu-satunya negara yang membangun ekosistem baterai mobil yang terintegrasi dari hulu sampai hilir. Kerja sama antara Indika dan Foxconn melahirkan bus listrik yang salah satunya diberikan kepada UI tersebut.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Pakar UGM Jelaskan Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

“Saat ini, bus seperti ini hanya ada 5 unit. Saya pikir, UI adalah salah satu kampus terbaik di Indonesia yang concern tentang green campus dan kita sekarang sedang mengedepankan ramah lingkungan, maka UI kita beri. Kami akan libatkan tim dari UI dalam rangka pembuatan manufacturing antara Foxconn dan Indika, untuk kemudian teman-teman UI tidak hanya pandai dalam teori, tetapi langsung aplikasi,” kata Menteri Bahlil.

Bus listrik yang diserahkan ini merupakan jenis city bus yang digunakan sebagai moda transportasi massal untuk aktivitas antar jemput penumpang dalam kota. Bus ini memiliki kapasitas baterai 300 kWh dengan daya tempuh sejauh 300 kilometer. Desain low deck pada bus memudahkan penumpang dengan disabilitas untuk memasuki atau keluar dari bus.

BACA JUGA:  Suami-Istri Lulus Doktoral UI, Termotivasi Anak yang Lebuh Lulus FTUI

Bus berukuran 12 x 2,5 meter ini memiliki konfigurasi U, berkapasitas 49 orang dengan rincian 27 penumpang duduk dan 22 penumpang berdiri. Empat kursi dikhususkan untuk penumpang prioritas. Bus ini juga dilengkapi dengan tinted glass dan material body-nya dirancang untuk dapat menyerap panas. Proses pengisian daya hanya membutuhkan waktu 2,5–3 jam dengan waktu penggunaan mencapai 32 jam dalam kondisi seluruh komponen, seperti AC, lampu, dan perlengkapan lainnya menyala.

BACA JUGA:  Syahril Aditya Ginanjar, Lulus UI dengan IPK 4

Inovasi lain dari bus ini adalah baterai yang digunakan dibagi dalam 10 pack dan ditempatkan di area terpisah, sehingga tidak mengganggu penumpang. Bus juga sudah tidak menggunakan spion, namun dilengkapi dengan sensor dan kamera, khususnya kamera 360, agar pengemudi dapat melihat area sekitar bus, sehingga risiko terjadinya kecelakaan dapat diminimalisasi.

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait