Hukum  

KPK Segera Periksa Geng Pegawai Dirjen Pajak

DEPOKPOS – Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan mengaku pihaknya menerima informasi keberadaan geng Geng pegawai di Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan segera meperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) geng tersebut.

“Kita pastikan sesudah yang bersangkutan pasti ada lagi orang-orang lain yang kita kan denger juga ada gengnya tapi kita kan perlu tahu polanya,” kata Pahala dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Rabu (1/3/2023).

BACA JUGA:  Kisah Pilu Ibu Perjuangkan Anak Kandungnya, Akses Komunikasi Diputus Paksa

Menurut Pahala, memahami pola ini bukan hal mudah. Sebab orang-orang yang bekerja di sektor keuangan memahami cara-cara mengalirkan dana.

Lebih lanjut, Pahala menjelaskan bahwa geng di DJP yang dimaksud bukan berarti komplotan sebagaimana anak-anak tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Berdasarkan informasi yang KPK terima, beberapa orang di Kementerian Keuangan saling berhubungan satu sama lain karena memiliki riwayat perjalanan karir atau pendidikan yang beririsan.

BACA JUGA:  16 Orang Ditetapkan Tersangka Korupsi Timah Babel

“Jadi jangan dianggap geng dia berkomplot, enggak juga lah. Tapi ada polanya oleh karena itu kita sangat penting untuk lihat gimana sih polanya itu,” ujar Pahala.

Adapun pola yang akan disoroti KPK antara lain seperti bagaimana mereka menggunakan nama orang lain untuk melakukan transaksi, sebagaimana disebutkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Pakai nama lain atau PT (perusahaan) enggak tahu kita karena baru ini juga kita masuk ke wajib lapor yang kasus pidananya belum ada,” ujar Pahala.

BACA JUGA:  Kisah Pilu Ibu Perjuangkan Anak Kandungnya, Akses Komunikasi Diputus Paksa

Sebelumnya, masyarakat menyoroti harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo setelah anaknya, Mario Dandy Satrio melakukan penganiayaan terhadap anak pengurus GP Ansor.

Mario diketahui publik kerap memamerkan gaya hidup mewah di media sosialnya. Harta kekayaan Rafael pun tersorot.

Dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) di situs resmi KPK, ia tercatat memiliki kekayaan Rp 56,1 miliar. []