Kemenkominfo: Jabodetabek Siap Hentikan Siaran TV Analog

Saat ini, 23 stasiun televisi di Jabodetabek sudah bermigrasi dari analog ke digital

DEPOK POS – Ketua Tim Komunikasi Publik Migrasi TV Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Rosarita Niken Widiastuti mengatakan, Jabodetabek siap melaksanakan penghentian siaran televisi analog terestrial atau yang dikenal dengan Analog Switch Off (ASO) karena telah memenuhi ukuran kesiapan yang terdiri dari tiga hal. Salah satunya di wilayah tersebut terdapat siaran TV analog yang akan dihentikan siarannya.

“Kemudian, alasan kedua yaitu telah beroperasi siaran TV digital pada cakupan siaran TV analog sebagai penggantinya. Ketiga, sudah dilakukan pembagian bantuan Set Top Box (STB) bagi rumah tangga miskin di wilayah tersebut,” ujarnya dalam Kegiatan Penyampaian Jadwal Penghentian Siaran TV Analog di Wilayah Jabodetabek melalui virtual, Jumat (23/09/22).

Bacaan Lainnya

Demikian juga, lanjutnya, dengan kesiapan siaran televisi digital di Jabodetabek. Imbuhnya, infrastruktur siaran TV digital di Jabodetabek telah beroperasi seluruhnya melalui tujuh operator multipleksing (MUX). Yaitu Lembaga Penyiaran Publik TVRI dan enam Lembaga Penyiaran Swasta.

“Saat ini, 23 stasiun televisi di Jabodetabek sudah bermigrasi dari analog ke digital. Serta terdapat program-program siaran televisi digital baru yang menambah keragaman pilihan konten acara yang dapat disaksikan oleh masyarakat,” kata wanita yang juga merupakan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika itu.

Dia menyebutkan, bantuan Set Top Box (STB) yang disediakan untuk rumah tangga miskin sebanyak 479.307 unit. Sejauh ini telah terdistribusi sebesar 63,4 persen.

Pelaksanaan distribusi STB baik yang dilakukan oleh penyelenggara multipleksing dan yang dibiayai oleh anggaran negara berjalan sesuai rencana dan terus dipantau secara harian, untuk dituntaskan sebelum 5 Oktober 2022.

“Sebelumnya, pada tanggal 30 April 2022 yang lalu, ASO bertahap telah dilaksanakan di 4 wilayah layanan. Yaitu Riau (Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kota Dumai), Nusa Tenggara Timur (Kabupaten Timor Tengah Utara), Nusa Tenggara Timur (Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka), dan Papua Barat (Kabupaten Sorong, Kota Sorong),” tutupnya. []

Pos terkait