SKSG UI dan BPBD Mitigasi Soal Bencana Kepada Masyarakat Banyuwangi

DEPOK POS – Sekolah Kajian dan Stratejik Global Universitas Indonesia (SKSG UI), didukung oleh Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPM) UI, memilih Kabupaten Banyuwangi dalam program pengabdian masyarakat terkait mitigasi bencana. Tim SKSG UI mengunjungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi guna membahas kerja sama terkait edukasi dan mitigasi bencana bagi masyarakat Banyuwangi. Pertemuan ini dilaksanakan di kantor BPBD Kabupaten Banyuwangi yang berlokasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 71, Penganjuran, Kec. Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Ketua tim pengabdian masyarakat SKSG UI, Dr. Hanief, M.Si., mengatakan bahwa Kabupaten Banyuwangi ini merupakan daerah terluas di Jawa Timur sekaligus daerah yang memiliki unsur potensi kebencanaan yang lengkap. Plt. Kepala Dinas BPBD Kabupaten Banyuwangi, Ilzam Nuzuli, M.Si membenarkan pernyataan tersebut. Dalam pertemuan itu dipaparkan cara BPBD Banyuwangi mengayomi masyarakat –dulu dan sekarang–, dan bersinergi bersama mitra yang bisa diajak berkontribusi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:   Persiapan yang Perlu Diperhatikan Pasca Aturan Baru Seleksi Masuk PTN

“Seperti yang Bapak dan Ibu sekalian ketahui, bahwa bencana akhir-akhir ini bukan hanya dari alam saja. Sebut saja, Covid-19. Wabah penyakit yang juga merambah ke bencana sosial bagi masyarakat seluruh Indonesia. Namun, Kabupaten Banyuwangi tidak diam dalam menanggulangi hal ini, selain memberikan bantuan berupa pembentukan satgas Covid-19, kami juga ada program menyisihkan uang gaji untung membeli barang UMKM lokal di hari dan tanggal cantik,” kata Ilzam Nuzuli dalam diskusi dengan SKSG UI, pada Kamis (28/7).

BACA JUGA:   Bersama Rusia dan Filipina, AsraMAC UI Gelar International Cultural Fest 2022

Selain diskusi, pertemuan SKSG UI dengan BPBD Kabupaten Banyuwangi menghasilkan beberapa kerja sama terkait mitigasi bencana bagi masyarakat Banyuwangi. Langkah awal adalah dengan mengedukasi masyarakat tentang bagaimana menanggulangi serta bagaimana ketika bencana itu terjadi.

Berlanjut di hari esoknya, BPBD Kabupaten Banyuwangi serta SKSG UI mengambil langkah awal dengan mengadakan penyuluhan edukasi dan mitigasi bencana untuk masyarakat Genteng dan Pondok Pesantren Bustanul Makmur II. Kegiatan ini sukses dilaksanakan dengan jumlah peserta 120 orang yang hadir dalam penyuluhan.

Tidak berhenti cukup dengan penyuluhan edukasi dan mitigasi, SKSG UI, BPBD Banyuwangi dan Pondok Pesantren Bustanul Makmur II bertekad bersama untuk membawa isu mitigasi bencana ini ke tingkat Provinsi Jawa Timur. “Pengmas ini menjadi langkah menuju riset yang dapat mengidentifikasi isu-isu di Jawa Timur khususnya Banyuwangi, agar dapat menjadi ‘Policy Brief’ sebagai sumbangsih dari para akademisi,” ujar Dr. Hanief dalam pertemuan dengan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas.

BACA JUGA:   Aplikasi MAJA Mahasiswa FTUI Edukasi Energi Nuklir bagi Remaja

Hal tersebut mendapat respon positif dari BPBD Banyuwangi yang juga sedang merancang ‘Policy Brief’ dan sampai sekarang sedang tahap review bersama masyarakat Banyuwangi. “Besar harapan Universitas Indonesia terus menjalin hubungan dengan kami, sehingga di kemudian hari bisa membangun negeri bersama Banyuwangi,” kata Ilzam Nuzuli.

Pos terkait