Self Love; Kekuatan Memperjuangkan Kebahagiaan

DEPOK POS – Orang yang mencintai dirinya sendiri, tidak akan punya waktu untuk membenci orang lain. Itulah mengapa ketika kamu mulai mengurusi kehidupan orang lain, berarti kehidupan orang lain lebih menarik perhatianmu dan kamu merasa tidak bahagia dengan hidupmu sendiri. Fokuslah pada hal-hal yang ada pada dirimu, cintai dirimu dengan bahagia, maka kamu akan memandang hidupmu menarik. Nikmatilah semua proses menerima kekurangan dan kelebihanmu dengan pikiran yang terbuka. Sebab bukan tugas orang lain untuk mencintai kita, melainkan kita sendirilah yang harus berusaha. Orang lain bisa saja pergi, atau mungkin tidak menyukai kita.

Tanpa kamu sadari, tubuh yang kamu benci ini ternyata selalu ada dalam kondisi seburuk apapun. Kamu gak bisa mengandalkan orang lain, karena mereka bisa datang dan pergi semaunya. Namun, tubuh inilah yang berusaha tetap ada untuk mengabulkan apa yang tidak mampu dilakukan orang lain. Karena itulah sudah sepantas ja kita mencintai diri kita sendiri. Bagaimana caranya?

Kenali diri sendiri

Coba sesekali kamu berdiri di depan cermin. Amati bagian-bagi an dari anggota tubuh yang Allah ciptakan untuk kita. Begitu sempurna, bukan? Meskipun kamu tak punya hidung yang mancung, mata yang bulat, pipi yang tirus sebagaimana kamu harapkan. Tapi itulah bentuk terbaik yang Allah ciptakan, kalo kamu memandangnnya dengan penuh cinta, maka yang kamu lihat bukan kekurangan, tapi anugrah.

Selain itu coba kenali bagaimana sikapmu saat merespons masalah? Hal-hal apa saja yang sering kali membuatmu marah, senang, kecewa, dll. Karena mengenali diri sendiri itu mencakup fisik, psikis, perilaku, dan juga kepribadianmu. Coba lakukan ini:

BACA JUGA:   Instagram sebagai Media Pemasaran yang Aktif

Luangkan waktu 2 jam dalam sehari yang kamu gunakan untuk mengenal diri sendiri. Meskipun kamu sibuk, kamu harus bisa meluangkannya. Jangan menunggu waktu luang, tetapi ciptakan waktu yang luang untuk diri sendiri. Waktu tersebut kamu gunakan untuk merenung, meditasi, evaluasi diri, atau melakukan hal-hal yang menyenangkan. Dengan aktivitas tersebut, kamu bisa menemukan diri sendiri, misalnya menyadari apa saja yang dapat membuat kita senang setelah melakukan hal-hal yang menyenangkan.

Jujur pada diri sendiri
Jujur itu berarti berani mengakui fakta tentang kamu. Misalnya, saat bercermin, mungkin kamu melihat sesosok tubuh gemuk di sana. Jujur, sebenarnya itu membuat kamu sangat tidak nyaman. Namun, mengingkari fakta juga tidak ada gunanya. Justru dengan kejujuran itu, kamu akan dituntun untuk menemukan cara menerima diri sendiri.

Ajukan pertanyaan bijak
Pernahkah kamu berdialog dengan diri sendiri? Mungkin ini terdengar klise. Tapi ternyata ini sangat efektif untuk membantu kamu mengenali diri sendiri. Coba tanyakan pertanyaan-pertanyaan bijak pada diri sendiri yang kamu jawab dengan jujur. Misalnya, apakah kamu seorang pemarah? Tentunya kamu bisa menjawab pertanyaan tersebut, karena kamulah yang memliki perilaku tersebut.

Dengarkan suara hati
Terkadang kamu butuh mendengarkan suara hatimu sendiri. Kata orang, suara hati itu tidak pernah berdusta. Pendapat orang lain juga bisa berguna, karena pastinya kamu akan sering tidak menyadari apa yang bisa dilihat oleh orang lain. Karena itu, pendapat orang lain tentang kamu bisa jadi berguna untuk membantu ngenali siapa kamu.

Menulis jurnal
Cara lain mengenali diri sendiri adalah dengan menulis jurnal. Dari membaca ulang tulisan dalam jurnal tersebut, kamu bisa menilai bagaimana kamu sebe narnya.

BACA JUGA:   Jadi Saksi Bisu Sejarah, Begini Kondisi Rumah 7 Jenderal Korban G 30S PKI

Mengikuti tes kepribadian
Cara ini bisa membantu kamu menemukan jawaban atas pertanyaan, siapa saya? Meskipun mungkin hasilnya tidak 100 persen benar, tetapi tidak ada salah nya dicoba. Sebab, soal-soal yang diajukan biasanya menuntut kita untuk memikirkan aspek-aspek yang membentuk karakter si penjawab.

Terima apa adanya

Kamu pasti sering merasa tidak nyaman dengan apa yang ada pada diri sendiri hanya karena pengaruh dari luar. Misalnya, ketika melihat iklan body lotion yang menegaskan bahwa cantik itu putih dan mulus. Lalu kamu yang berkulit gelap jadi merasa buruk rupa. Padahal Allah telah menciptakan manusia dengan sangat sempurna. Meskipun kita mungkin pesek, pendek, berkulit gelap, itulah diri kamu. Menolak kondisi yang dimiliki saat ini hanya akan membuat kamu merasa tidak bahagia. Padahal, dari tubuh pendek, hitam, dan pesek inilah mungkin ada keluarga yang menggantungkan hidupnya. Mengapa kamu merana memiliki banyak kekurangan, sementara tubuh ini menberikan banyak kelebihan yang bisa saja melampaui apa yang tidak bisa kamu bayangkan. Untuk itulah, daripada insecure dan merasa memiliki banyak kekurangan fisik, lebih baik kamu mengasah kemampuan diri untuk meningkatkan kualitas.

Fokus pada dunia kita

Ketika kamu tidak bahagia, biasanya kamu sibuk mengurusi masalah orang lain di mana kamu tidak dibutuhkan oleh mereka. Kamu mencoba menghindar dari kenyataan hidup sehingga hidup dalam drama orang lain. Namun, bila terus menerus berlari, kamu tidak bisa membenahi apa yang menjadi kunci kehidupan dan kamu tidak akan bahagia. Karena itu lah, fokus pada duniamu sendiri, selesaikan masalah-masalah yang ada, dan pupuk terus rasa cintamu pada diri sendiri. Dengan begitu hidup ini akan terasa bahagia.

BACA JUGA:   Mengenal Dampak Krisis Global Terhadap Stunting serta Optimalisasi 1000 HPK sebagai Kunci Menuju Indonesia Bebas Stunting untuk Generasi Emas 2045

Menghargai diri sendiri

Saat orang lain berprestasi, kamu memberikan ucapan selamat untuk memberikan penghargaan. Namun, kamu lupa bagaimana menghargai diri sendiri. Padahal kamu sudah bertahan dari badai kehidupan dan bekerja keras untuk membahagiakan diri sendiri. Meskipun barangkali tidak ada prestasi yang dapat dianggap bernilai bagi orang lain, tetapi bertahan dari duka dan hidup yang berat itulah yang harus membuat kamu sangat berterima kasih pada diri sendiri. Dengan alasan itu, tidak ada alasan lain untuk kamu tidak mencintai diri sendiri.

Tidak membandingkan

Tidak dimungkiri, saat melihat orang lain tampak bahagia seperti yang dipajang pada media sosial, tebersit rasa iri sebab barangkali hidupmu tidak sesempurna mereka. Lalu kamu pun mulai hidup dengan khayalan untuk bisa bahagia dengan standar orang lain. Namun sayangnya, merasa tidak bernasib sebaik mereka akan membuat kamu tidak bahagia. Kamu menjadi tidak nyaman dengan diri sendiri karena terus membanding-bandingkan dengan orang lain.

Sesekali tidak perlu berusaha

Manusia boleh sekali merasa lelah. Hidup memang tidak mudah, bukan? Kamu tidak harus terus berlari bila sesekali berjalan masih bisa sampai pada tujuan. Kita tidak perlu berusaha menjadi sempurna, berusaha membahagiakan orang lain, berusaha baik, bila itu hanya akan merampas kebahagiaan dalam dirimu. Sesekali berjalanlah dengan kemauan yang membuatmu nyaman. Itu akan menjadi langkah kita lebih pasti dan mencintai diri sendiri.

Penulis: Riva Adha Vauziah, mahasiswi STEI SEB

Pos terkait