Pentingnya Konsep Insani Terhadap Tata Kehidupan Manusia

DEPOK POS – Manajemen sumberdaya manusia merupakan sebuah ilmu yang sangat diperlukan guna mengatur hubungan peranan tenaga kerja. Namun mewujudkan perusahaan yang ingin mencapai tujuan dunia akhirat tidak cukup hanya dengan itu, manusia perlu mengetahui bagaimana konsep dan apa tujuan dari diciptakannya manusia agar dapat maksimal dalam mengerjakan hal-hal yang menjadi hak dan kewajibannya.

Adapun manusia merupakan makhluk yang memiliki ruh, ia juga membutuhkan ketenangan-ketenangan yang bersifat ruhaniah, yakni ketenangan hakiki. Ketenangan ruhaniah mempunyai kontribusi yang sangat penting terhadap kebahagiaan hidup manusia, baik secara lahiriah maupun batiniah.

BACA JUGA:   1.500 Penghafal Qur’an Ikuti Lomba Tahfidz Nasional Online Yayasan Amaliah Astra

Kebahagiaan hidup itu tidak akan bisa didapatkan jika manusia tidak memperoleh ketenangan hakiki. Bahkan fisik manusia itu bisa hancur jika ketidaktenangan manusia mencapai titik yang paling memprihatinkan.

Nabi Muhammad saw bersabda, yang artinya : “ketahuilah bahwa di dalam jasad ada segumpal darah daging. Jika segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh jasadnya. Jika segumpal daging itu rusak, maka akan rusaklah seluruh jasadnya, (HR. Bukhari dan Muslim).

Pada hakikatnya, manusia diciptakan dengan bentuk yang paling sempurna dengan misi yang perlu dipenuhi dalam kehidupan ini. Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Sang Maha Pencipta, maka segala sesuatu yang dikerjakan dijadikannya ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

BACA JUGA:   1.500 Penghafal Qur’an Ikuti Lomba Tahfidz Nasional Online Yayasan Amaliah Astra

Salah satu tugas manusia di muka bumi adalah menjadi khilafah dengan menjaga dan memakmurkan bumi. Sebelumnya manusia sebagai sumber daya di suatu perusahaan tidak banyak yang mengetahui mengenai hal tersebut, namun saat ini semakin banyak perusahaan yang dalam manajemen sumber daya manusianya menerapkan kebiasaan-kebiasaan baik seperti pengajian, mengadakan hafalan dari juz 30 ada juga yang mewajibakan sholat dhuha dan sebagainya.

Penerapan hal tersebut tidak hanya menjadi kegiatan ibadah yang bermanfaat bagi kehidupan, tetapi juga membantu perusahaan menuju kesejahteraan bersama, dan tentunya mendorong karyawan untuk maksimal dalam pekerjaannya, hal ini dikarenakan orang-orang yang berada di lingkup tersebut telah memahami hakikat manusia dan yang dikerjakannya adalah semata-mata untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

BACA JUGA:   1.500 Penghafal Qur’an Ikuti Lomba Tahfidz Nasional Online Yayasan Amaliah Astra

Oleh karena itu pentingnya kita memiliki tata kehidupan manusia dalam masa hidupnya untuk bekal nanti di akhirat dan hal apapun yang kita lakukan maka akan menjadi tenang dalam masa hidupnya.

Penulis: Fiskiatul Ula, STEI SEBI

Pos terkait