Ngeri! Gagal Masuk Perguruan Tinggi Sampai Nazar Bunuh Diri

Oleh: Leni, Anggota Komunitas Muslimah Menulis Depok

Baru-baru ini viral di jagad maya kasus bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pelajar asal Semarang. Dikabarkan oleh akun Twitter @utbkfess pada Selasa (12/07/22), ia melakukan tindakan bunuh diri diduga setelah mengetahui bahwa dirinya gagal lolos ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Bacaan Lainnya

Namun, sebelumnya pelajar tersebut bernazar akan memberikan santunan kepada anak yatim jika lolos ujian, namun jika gagal dia akan bunuh diri. Nazar yang dilakukannya karena perlakuan sang pacar yang memiiki sifat kasar dan manipulatif diduga juga sebagai pendorong sang pelajar tersebut melakukan aksi bunuh diri. Kabarnya pelajar tersebut meninggal setelah OD alkohol dan meminum semua obat-obatan yang diberikan oleh psikiaternya. Naudzubillahi mindzalik. Miris tentunya.

Inilah akibat dari sistem yang diterapkan negara kita saat ini, yakni sistem pendidikan sekuler yang semakin menjauhkan remaja dari nilai-nilai agama, melahirkan remaja Muslim yang buta ilmu agama. Maka, tidak heran jika saat ini banyak remaja yang justru menjadikan aktivitas hidupnya melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agama bahkan dibenci oleh Islam, seperti nazar yang dilakukan pelajar tersebut. Padahal, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak sah nazar dalam hal-hal yang berbentuk kemaksiatan kepada Allah” (HR Muslim).

BACA JUGA:   Aturan Islam Berantas HIV/AIDS Sampai Tuntas

Dari sini jelas bahwa para ulama sepakat semua nazar yang berkaitan dengan kemaksiatan, seperti bunuh diri, membunuh orang lain, melukai diri sendiri atau orang lain, minum khamar dan lainnya tidak sah dan hukumnya haram.

Tentunya kasus seperti ini semakin membuka mata kita bahwa dunia remaja saat ini sedang tidak baik-baik saja, sedang sakit. Pasalnya, Tren pelajar bunuh diri semakin meningkat dari tahun ke tahun. Penyebabnya pun beragam mulai dari tidak mampu bayar biaya sekolah, bullying, skripsi ditolak oleh dosennya, perasaan putus asa, merasa tidak berharga, bahkan sampai kasus asmara.

Ini juga bukti nyata gagalnya sistem pendidikan kapitalis hari ini dalam membangun kepribadian kuat dan kokoh pada pelajar. Pasalnya, sistem pendidikan ini menjauhkan peran agama dalam aktivitas kehidupan, sehingga melahirkan remaja yang rapuh, kondisi remaja tidak stabil dan mudah putus asa. Karena tidak menjadikan agama sebagai tuntunan kehidupan, lahirlah remaja yang lemah akidah, bingung menjalani hidupnya, tidak tahu arah hingga menjadi remaja yang tidak punya pegangan hidup.

BACA JUGA:   Aturan Islam Berantas HIV/AIDS Sampai Tuntas

Memang, remaja saat ini mudah latah mengikuti gaya hidup orang-orang Barat, pergaulan yang serba bebas membuat para remaja mudah mengambil keputusan tanpa berpikir panjang. Walhasil, bunuh diri menjadi jalan pintas untuk mengakhiri masalah hidupnya.

Sistem kapitalis yang berorientasi pada materi atau uang membuat peran keluarga sebagai pendidik, pengawas dan pelindung seakan hilang karena disibukkan dengan berbagai macam kebutuhan yang kian menambah beban. Ditambah lingkungan kapitalis yang individualis semakin membuat miris. Ketidakpedulian pada kondisi sekitar dan menganggap tidak penting membuat hilangnya rasa simpati juga empati kepada sesama.

Berkebalikan dengan pendidikan dalam sistem Islam yang menjadikan akidah Islam sebagai landasannya. Pendidikan dalam Islam bertujuan menguasai tsaqafah Islam agar menjadi sosok yang shalih, kuat mentalnya, tidak mudah putus asa dan mulia karena menstandarkan kebahagiaan hanya untuk ridha Allah semata.

BACA JUGA:   Aturan Islam Berantas HIV/AIDS Sampai Tuntas

Begitu juga visi pendidikan Islam sendiri membangun dan memajukan peradaban Islam, sehingga mendapatkan perhatian yang begitu besar. Sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam menjamin pendidikan bagi rakyatnya, sampai-sampai mewajibkan tawanan perang mengajarkan kaum Muslim sebagai tebusan pembebasan bagi diri mereka.

Bahkan, sistem Islam akan memastikan tidak ada anak yang putus sekolah atau putus kuliah, karena semuanya dapat mengakses pendidikan tanpa dipungut bayaran, negara yang membayar pengajarnya seperti yang pernah terjadi pada masa kegemilangan Islam. Sistem Islam juga menjadikan aktivitas amar ma’ruf nahi mungkar sebagai bentuk kasih sayang sekaligus kontrol di dalam hidup bermasyarakat bertujuan untuk mencegah terjadinya perilaku menyimpang.

Oleh karena itu, solusi untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi pada remaja saat ini dengan menerapkan pendidikan Islam yang menjadikan akidah sebagai landasan, sehingga mampu membentuk remaja yang berkepribadian Islam. Juga adanya peran keluarga serta lingkungan yang menjadikan syari’at sebagai acuan dalam melakukan setiap aktivitas kehidupan, sehingga generasi kita akan terhindar dari pemahaman yang rusak dan merusak.[]

Pos terkait