Liburan Usai, Bikin Mager Ngampus? Simak 5 Tips ini

DEPOK POS – Liburan adalah momen yang paling ditunggu oleh setiap kalangan, bahkan bisa dibilang liburan adalah kebutuhan setiap orang yang ingin jeda sejenak dari rasa jenuhnya karena melakukan aktivitas padat dan berulang-ulang .Tidak terkecuali para pejuang impian dan cita-cita, yakni para mahasiswa dan mahasiswi yang bergelut dengan wawasan-wawasan baru sebagai bekal masa depan. Walaupun gelora semangat mereka dalam menuntut ilmu kadang tidak berbanding lurus dengan kedatangan sang libur panjang.

Tidak seperti belajar yang yang menguras energi dan pikiran serta tumpukan tugas yang sering menjadi beban , tidak ada diantara mereka yang mengeluh ketika liburan menghampiri. Bahkan sebelum ujian akhir dimulai mereka telah melihat hilal kedatangannya dan telah terbayang suasana yang begitu nikmat ketika menjalani momen-momen selama liburan. Ada yang sekadar ingin menikmati jeda dari aktivitasnya yang monoton, karena setiap hari yang di kerjakan hanya belajar dan belajar.

Ada yang begitu semangat karena ingin menambah aktivitas baru yang biasanya tidak bisa ia lakukan ketika dalam masa perkuliahan. Ada yang memandang liburan sebagai kesempatan dan peluang menambah pundi-pundi kekayaan,karena sebagai warga kos-kosan salah satu yang terpenting adalah uang.

Ada pula anak rantau yang ingin melepaskan kerinduan yang mendalam akan kampung halaman. Tetapi ada juga sebagian kecil dari mereka yang bersemangat menyambut liburan, karena ingin mengisinya dengan memperdalam skill dan pengetahuan agar bisa menjadi yang bersinar dan diam –diam menikung si paling pintar dalam jurusan. Apapun itu momen yang mereka dambakan , satu hal yang pasti mereka begitu semangat menyambut kedatangannya.

BACA JUGA:   Menilik Kesejahteraan Petani dari Kacamata Undang-Undang

Diantara jenis jenis liburan yang ada, jika dilihat berdasarkan waktu maka liburan para mahasiswa termasuk dalam kategori yang paling memuaskan, karena jangka waktu liburnya bisa mencapai satu bulan lebih. Jika para pekerja kantoran hanya bisa rebahan dua hari yakni sabtu dan minggu, maka para mahasiswa bisa rebahan satu bulan lebih. Dan jika mereka ingin, maka mereka bisa melakukan simulasi beruang yang sedang hibernasi.

Tetapi sayangnya mahasiswa adalah manusia yang tidak bisa hidup tanpa makan dan minum, mereka tidak bisa menghemat lemak dan menurunkan metabolisme nya agar tidak kelaparan dalam jangka waktu yang begitu lama. Oleh karena itu teruntuk para mahasiswa hindarilah praktek rebahan yang berkepanjangan seperti ini.

Libur panjang memang begitu nikmat, tapi ternyata libur panjang bisa memberikan dampak negatif bagi para mahasiswa. Ketika liburan segera berakhir banyak dari mereka yang tiba-tiba terkena serangan rasa malas dan kehilangan semangat untuk kembali melakukan rutinitas mereka sebagai pelajar.

Padahal jika di logikakan seharusnya ketika liburan berakhir mereka kembali menatap rutinitas dengan senyuman dan semangat yang menggebu-gebu karena energi mereka telah terisi dengan baik. Ini diakibatkan oleh perubahan kebiasaan dalam jangka waktu yang lama.

Mereka yang terbiasa rebahan ketika liburan maka akan sulit untuk membawa tubuhnya tegap berdiri menyusuri jalanan menuju kampus. Mereka yang sepanjang liburnya diisi dengan bermain game akan sulit baginya untuk kembali fokus pada perkuliahan. Atau mereka yang mengisi liburannya dengan traveling tanpa jeda akan merasa lelah, sehingga begitu malas untuk kembali ke rutinitas semula.

BACA JUGA:   Pengembangan Ekosistem Inovasi Pertanian Perlu Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Industri

Melihat kondisi diatas mahasiswa harus pintar dan cermat dalam mengisi hari-hari liburnya agar tidak kebablasan sehingga menimbulkan rasa malas untuk kembali melanjutkan perkuliahan. Berikut 5 Tips agar liburanmu menyenangkan dan terhindar dari rasa malas ketika kembali melakukan rutinitas.

1. Buatlah perencanaan liburan.

Membuat perencaan ternyata sangat membantu kita dalam memaksimalkan waktu liburan yang ada. Kita bisa membuat daftar aktivitas seperti apa yang akan kita lakukan. Kita bisa membagi kapan waktunya untuk bermain, kapan waktunya untuk berwisata, kapan waktunya untuk bersih-bersih dan kapan waktunya untuk beristirahat. Sehingga tidak ada yang namanya kebablasan dalam liburan, seperti misalnya berwisata berhari-hari tanpa memperhatikan apa yang dimakan dan kondisi fisik yang mulai menurun. Akibatnya penyakit mudah menyerang dan sisa liburan hanya bisa dihabiskan di atas tempat tidur.

2. Sisihkan waktu untuk melakukan hal-hal positif dan produktif setiap hari.

Liburan bukan berarti kita berhenti total dari hal-hal yang produktif, lalu memilih rebahan sepanjang hari atau bermain gadget seharian. Supaya bisa menghindari rasa mager ketika memulai perkuliahan setelah libur panjang, kita harus bisa konsisten menjaga fokus dan hawa postif setiap harinya. Paling tidak 30-60 menit dalam sehari kita bisa melakukan hal-hal yang bermanfaat seperti ber-olahraga, mendengar kajian, membaca buku, dan lain sebagainya. Sehingga kita masih terkoneksi dengan hal-hal yang biasa kita lakukan sebelum liburan.

3. Memulai pagi dengan senyum dan syukur.

Dalam kondisi apapun tersenyum dan bersyukur dalam memulai hari itu sangat dianjurkan, karena akan menjauhkan kita dari hal-hal negatif dan membantu menjalani hari dengan baik. Jika selama liburan kita membiasakan untuk tetap tersenyum dan bersyukur maka disaat perkulihan itu dimulai kita akan tetap tersenyum menghadapi realita bahwa libur telah berakhir dan rutinitas telah kembali dimulai. Dan juga kita akan berusaha untuk tidak mengeluh karena telah terbiasa untuk memulai hari dengan rasa syukur.

BACA JUGA:   Persiapan yang Perlu Diperhatikan Pasca Aturan Baru Seleksi Masuk PTN
4. Carilah aktivitas liburan yang refreshing

Agar kita merasa liburan yang kita jalani itu memuaskan, maka carilah aktivitas yang membuat kita merasa refresh kembali. Jangan sampai pikiran kita tetap semrawut di hari libur. Jika ada yang biasanya tidak lepas dari hiruk pikuk dan kebisingan kota maka cobalah pergi menjelajah alam, menikmati keindahan desa dan mendengar merdunya kicauan burung dipagi hari. Selain bisa menyegarkan pikiran juga bisa meninggalkan kesan dan pengalaman tersendiri nantinya

5. Berikan jeda atau istirahat sebelum liburan berakhir atau sebelum perkuliahan kembali dimulai.

Ketika membuat perencanaan liburan seperti yang telah dibahas pada poin pertama, maka pastikan detik detik liburan usai atau beberapa hari sebelum kembali memulai rutinitas tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat. Jangan sampai waktu liburan hanya tersisa tiga hari, tapi pada saat itu kita membuat rencana untuk mendaki gunung. Sepulang dari itu tubuh akan sangat kelelahan dan buntutnya kita merasa masih butuh istirahat padahal besoknya kita sudah harus berangkat ke kampus. Jadi hindarilah hal-hal seperti ini agar tidak ada lagi alasan dan pembenaran yang membuat kita malas untuk melanjutkan kewajiban kita sebagai seorang pelajar.

Penulis : Ningrum Mutmainah
Mahasiswi STEI SEBI

Pos terkait