Kemiskinan yang Merajalela dan Kesenjangan yang Terus Meningkat, Lantas Apa Solusinya ?

DEPOK POS – Setiap manusia di muka bumi memiliki sifat alamiah untuk memenuhi setiap kebutuhannya dimulai dari kebutuhan untuk makanan, pakaian dan berbagai kebutuhan lainnya seiring dengan perkembangan dan perubahan zaman. Manusia di zaman dahulu memiliki kebutuhan yang lebih sederhana yaitu kebutuhan untuk makan dan bertahan dari hari ke hari.

Berbeda dengan kebutuhan manusia di saat ini yang begitu beragam dan banyak jenisnya. Kebutuhan manusia di zaman ini tidak hanya kebutuhan berupa makan tapi kebutuhan lainnya seperti pengakuan dari orang lain, kemewahan, kekayaan untuk menunjukkan betapa kuatnya sebuah posisi seorang manusia dalam mencari jati diri.

Hal ini menjelaskan bahwa setiap waktunya manusia melakukan aktifitas ekonomi yaitu sebuah aktifitas untuk memenuhi kebutuhan. Pada zaman dahulu saat peradaban umat manusia baru saja dimulai kebutuhan manusia begitu sederhana dan tidak terlalu rumit dan tidak seperti hari ini yang begitu rumit dan banyak macamnya yang bahkan manusia itu sendiripun bingung antara kebutuhan dan keinginannya sendiri.

Jika melihat ke masa lampau dapat ditemukan permasalahan ekonomi yang terjadi dari masa ke masa adalah kemiskinan dan kesenjangan sosial. Bila dulu permasalahan ekonomi hanya terjadi dalam lingkup yang lebih kecil dan lebih sedikit, hari ini permasalahan itu semakin membesar dan semakin susah untuk dibendung.

Ada sebuah ungkapan yang seringkali dibahas untuk membandingkan taraf hidup setiap manusia yaitu “ Jika hari ini kamu masih memiliki makanan untuk dimakan dan memiliki atap (rumah) untuk berteduh, maka kamu termasuk ke dalam 2% orang yang beruntung di muka bumi”.

Kondisi ini menjelaskan begitu banyak manusia di muka bumi yang sangat luas ini masih belum memiliki rumah untuk berteduh dan makanan untuk bisa dimakan. Hal ini merupakan sebuah kondisi yang begitu miris dan sebuah paradox kehidupan.

Saat dimana hamper 98 persen manusia di muka bumi tidak memiliki rumah untuk beristirahat dan makanan untuk dimakan, di saat bersamaan ada begitu banyak orang lainnya yang memiliki harta yang begitu berkelimpahan, rumah yang tiada tandingannya dan begitu mewah serta tidak hanya satu rumah yang mereka miliki, namun berbagai jenis rumah yang dapat mereka miliki dan begitu banyak makanan – makanan yang dibuang foodwaste yang begitu besar di saat bersamaan ada banyak anak – anak di muka bumi yang mati dilanda kelaparan.

Sungguh miris rasanya melihat hal ini terjadi dalam kehidupan umat manusia. Bagaimana tidak kesenjangan dan kemiskinan selalu bertambah dalam setiap waktunya dan di saat bersamaan ada orang – orang yang bertambah kekayaannya setiap waktunya.

Tentu kita tidak akan membahas pandangan dan pendapat banyak orang kenapa beberapa pihak dapat menjadi kaya dan pihak lainnya tetap berada dalam kemiskinan. Belum, mungkin ada pembahasan berbeda yang dapat kita bahas di lain waktu.

Melihat kondisi yang begitu miris dari waktu ke waktu, mungkin kita dapat melihat sebuah kondisi sejarah saat dimana tidak ditemukan sama sekali kesenjangan sosial dan kemiskinan yang terjadi. Peristiwa ini terjadi pada masa Kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz dalam masa jabatannya selama 2 tahun. Pada waktu itu sangat sulit sekali ditemukan orang – orang miskin yang dapat dibantu dan hal ini dapat menjadi indikasi betapa makmurnya umat manusia pada saat itu.

Mengingat kondisi kesenjangan dan kemiskinan yang luar biasa ini terjadi secara sistematis karena setiap orang yang terjebak dalam kemiskinan begitu sulit untuk keluar dari kemiskinan itu sendiri. Akses yang terbatas, uang yang begitu sedikit untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kekurangan – kekurangan lainnya yang mereka hadapi setiap harinya.

Memang terkadang kita dapat menemukan beberapa relawan yang membantu untuk membagikan nasi, membagikan sembako dan membagikan kebutuhan pokok lainnya. Sayangnya kegiatan bantuan itu tidak dilakukan setiap hari dan bagi orang – orang miskin itu hanya dapat membantu mereka pada hari itu saja bukan untuk hari – hari berikutnya.

Suatu hal yang terjadi secara sistematis, maka harus diberikan solusi yang begitu sistematis pula agar dapat menjadi solusi dari suatu masalah dan tidak lagi menimbulkan masalah di waktu – waktu yang lainnya.

Disinilah kita mengenal Konsep ZISWAF ( Zakat, Infaq, Wakaf dan Sedekah) saat dimana yang kuat melindungi yang lemah dan yang berkelebihan membantu yang begitu kekurangan. Konsep ini hadir untuk membantu umat manusia. Konsep yang ada dalam ajaran islam dan konsep yang hari ini mulai akrab di telinga kita yaitu konsep yang dibawa oleh ekonomi islam.

Rezeki memang tidak akan tertukar, namun ada beberapa orang yang memiliki rezeki yang begitu berlebih dan disinilah islam mengajarkan tentang wajibnya zakat. Saat harta yang dimiliki sudah melampui batas maksimalnya maka ia perlu untuk dikeluarkan zakatnya karena dalam setiap harta manusia ada hak orang – orang lain di dalamnya.

ZISWAF yang terkumpul inilah yang nantinya akan dibantu disalurkan oleh Amil yaitu pihak yang mengelola dana yang dikumpulkan untuk diberikan ke berbagai pihak yang begitu membutuhkan secara berkala.

Sekilas pandang saat melihat kesenjangan yang begitu besar antara si kaya dan si miskin, di awal kita akan dibuat kebingungan bagaimana untuk memberikan solusi dari jarak kesenjangan yang begitu besar ini ? disitulah ekonomi syariah berperan. Memberikan konsep untuk saling membantu antar sesama dan bagaimana untuk dapat menjadi manusia yang jujur dalam setiap pekerjaan dan jual beli.

Permasalahan ekonomi seringkali muncul saat beberapa orang tidak jujur dan tidak pernah puas akan hasil yang didapatkannya. Ketika manusia menjadi begitu tidak mudah untuk puas dan jarang sekali untuk bersyukur tentu ia akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya yang pasti saja akan merugikan orang lain.

Meskipun hari ini kita melihat ada berbagai pandangan pro dan kontra tentang ekonomi syariah, namun ekonomi syariah tetap hadir untuk membantu umat manusia dalam permasalahan ekonomi. Melalui konsep perbankan yang membantu nasabah bukan lantas memberatkan dan berbagai konsep untuk membantu kehidupan umat manusia.

Sejatinya setiap masalah ada solusinya, hanya saja seringkali manusia memilih menutup mata dan bersikap tidak peduli. Dalam hal ini dengan masalah perekonomian yang begitu banyaknya ekonomi islam hadir untuk memberikan solusi dari berbagai permasalahannya. Melalui ZISWAF, Perbankan Syariah, Konsep untuk dapat menjadi manusia yang jujur dan adil serta saling membantu sesama.

Harapannya pelan tapi pasti ekonomi islam dapat membantu kehidupan setiap umat manusia sehingga tiada lagi kita lihat anak – anak menangis karena kelaparan dan para orang tua yang bersedih karena tidak memiliki uang untuk membeli makanan.

Penulis : Muhammad Hazim Ismail, Mahasiswa STEI SEBI

Pos terkait