FKM UI Gelar Webinar Kesehatan demi Kebangkitan Indonesia Pascapandemi

DEPOK POS – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) selenggarakan webinar kesehatan bertajuk “The Roles of Social Sciences and Humanities in Dealing with Covid-19 Pandemic”, pada Selasa (2/8), melalui platform Zoom dan Youtube. Webinar ini melibatkan beberapa fakultas di UI, antara lain Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Fakultas Psikologi (FPsi), dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB).

Acara ini merupakan pra-konferensi dari The International Teleconference on Technology and Policy in Supporting Implementation of Covid-19 (ITTP-Covid19) yang akan diadakan pada 6-8 Agustus 2022. ITTP merupakan konsorsium yang diinisiasi sejak 2021 oleh 27 universitas di wilayah Asia Tenggara, termasuk UI, yang didukung oleh ASEAN Secretariat dan the ASEAN University Network (AUN). Konsorsium ini bertujuan mewadai para peneliti untuk membangun inisiatif bersama dan mensinergikan berbagai strategi serta upaya pemulihan pascapandemi Covid19, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Turut hadir dalam webinar tersebut, Sekretaris Universitas UI, dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D.; Tim Ahli dari Satuan Tugas Covid-19 dari FEB UI, Turro S. Wongkaren, Ph.D.; serta para pakar dari berbagai fakultas, meliputi Inaya Rakhmani, Ph.D. (FISIP UI) Dr. Qurrata Ayuni, S.H., MCDR. (FH UI); Neni Susilawati, M.A. (FIA UI); Sali Rahadi Asih, M.Psi., MGPCC, Ph.D. (FPsi UI); Mina Elfira, M.A., Ph.D. (FIB UI); dan Sulistiadi D. Iskandar, M.Sc., (FEB UI).

BACA JUGA:   Smart City UI Kaji Aspek Kesehatan Indoor Air Quality dan Regulasi Pengendalian IAQ

Dalam pidato sambutannya, dr. Agustin mengatakan, webinar ini dikhususkan bagi para pakar di bidang sosial dan kemanusiaan untuk menerapkan ide dan pemikiran mereka dalam upaya pemulihan Indonesia pascapandemi. “Covid-19 telah menjadi wabah sejak 2,5 tahun lalu dan berdampak bagi setiap aspek kehidupan manusia. Permasalahan dalam bidang kesehatan ternyata berdampak pada aspek kehidupan lainnya, seperti ekonomi, bisnis, sosial, dan kemanusiaan. Kita beruntung dapat mendengar ide dan pengalaman dari para pakar terkait peran ilmu sosial dan kemanusiaan dalam recovery pascapandemi di Indonesia,” kata dr. Agustin.

Inaya dalam kesempatan itu menyampaikan peran ilmu sosial selama pandemi di Asia Tenggara. Global Development Network (GDN) dan Asian Research (ARC) UI (di bawah FISIP UI) memperlajari peran ilmu sosial selama pandemi di 11 negara yang meliputi Bangladesh, Kamboja, Filipina, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. Di luar struktur resminya, ilmu sosial memainkan peran penting dalam mengekspos dimensi sosial di bidang kesehatan, misalnya terkait penelitian ketidaksetaraan dan kerentanan yang diperburuk efek pandemi.

BACA JUGA:   Mahasiswa UGM Kembangkan Prefab Bamboo Panel Housing Complex

“Ilmu sosial turut membantu wacana informasi publik dan sering kali memengaruhi kebijakan publik. Ilmu sosial juga berkontribusi dalam jalinan kerja sama antara komunitas, organisasi, dan non-governmental organization (NGO). Contohnya, kerja sama antara Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand dalam program penyediaan makanan dan obat-obatan serta peningkatan peluang pekerjaan,” kata Inaya.

Pakar-pakar lainnya turut memaparkan ide dan hasil penelitian mereka sebagai langkah untuk menciptakan ketahanan dan kebangkitan Indonesia pascapandemi. Ide-ide tersebut meliputi peran hukum dalam pengalaman parlemen dalam merespons Covid-19; evaluasi insentif pajak Covid-19; peninjauan kembali kesehatan mental selama masa karantina diri di rumah; upaya menyeimbangkan diri bagi wanita pekerja dalam pekerjaan domestik dan ruang publik setelah pandemi Covid-19; serta ketahanan UMKM selama masa pandemi Covid-19.

BACA JUGA:   Peran Analis Bibliometrik dalam Penelitian Ilmu Perpustakaan dan Perguruan Tinggi

Hasil penelitian-penelitian ini nantinya akan dibahas dalam forum ITTP-Covid19. Platform bersama ini merupakan wadah untuk bertukar ide dan wawasan terkait upaya pemulihan pascapandemi Covid-19. Berdasarkan kajian yang dilakukan, para peneliti akan merumuskan rekomendasi kebijakan serta mengidentifikasi teknologi yang relevan untuk mendukung rencana pemulihan Covid-19. Inisiatif ini sekaligus memfasilitasi implementasi ASEAN Comprehensive Recovery Framework, yaitu strategi solusi terkonsolidasi untuk negara-negara Asia Tenggara dari krisis Covid-19 yang dirancang oleh ASEAN.

Melalui ITTP-Covid19 pertama pada 2021, konsorsium ini berhasil mengumpulkan para ahli terkait masalah dasar hingga pendekatan new normal yang praktis, rencana pemulihan, dan implementasi. Tatanan sosial pasca Covid-19 perlu dibangun kembali tidak hanya dari aspek kesehatan, tetapi juga aspek ekonomi, sosial, dan teknologi secara keseluruhan. Belajar dari kesuksesan sebeumnya, ITTP-Covid19 2022 diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran sehingga pemulihan negara akibat pandemi dapat dilakukan dengan cepat.

Pos terkait