Awal Mula Perencanaan Keuangan Islami

DEPOK POS – Sejarah awal perencanaan keuangan atau profesi perencana keuangan ini bermula ketika Loren Dutton bersama 13 rekannya yang merupakan profesional dibidang jasa keuangan di Chicago, USA , merasa kecewa dengan keterbatasan yang terjadi dalam jasa keuangan. Akhirnya mereka mengadakan pertemuan di Chicago pada tahun 1969, kemudian dari pertemuan tersebut lahirlah International Association for Financial Planning (IAFP) yang memiliki misi menyediakan forum terbuka bagi profesional yang mewakili berbagai macam spesialisasi jasa keuangan. Kemudian pada tanggal 1 Januari 2000 melakukan merger dengan Institute of Certified Financial Planners yang kemudian berganti nama menjadi Association for Finnacial Planning (FPA).

Tapi, ternyata ilmu perencana keuangan ini sudah dikenal jauh sebelum 1969, Loren Dutto dan teman-temannya megadakan pertemuan. Puluhan ribu tahun silam konsep ilmu perencana keuangan ini sudah dicontohkan dan dipraktekan oleh Nabi Yusuf dan Nabi Muhammad SAW loh. Sebagaimana dikisahkan dalam QS. Yusuf ayat 46 – 49, Al-Qur’an mencatat kisah Nabi Yusuf AS yang menyusun strategi dan mempraktekkannya untuk menghadapi masa Paceklik tersebut. Begitupun dengan Kisah Nabi Muhammad SAW, yang sangat memperhatikan skala prioritas dalam keperluannya dan hidup dalam kesederhanaan dan tidak berlebihan.

Perencana Keuangan masuk ke Indonesia pada tahun 1990-an. Profesi ini dulu lebih banyak digunakan untuk keperluan industri perbankan dan asuransi. Namun, banyak orang yang mulai tertarik mempelajari ilmu ini ketika Indonesia dan Dunia mengalami krisis moneter pada tahun 1997. Saat itu, seseorang yang tertarik mempelajari ilmu ini harus mengambil sertifikasi langsung ke Amerika. Akhirnya, Pada Tahun 2001 munculah sekolah perencana keuangan bernama Institute Finanncial Planning Indonesi (IFPI) dan membentuk sebuah asosiasi pertama pada tahun 2004 yang diberi nama Financial Planning Association Indonesia (FPAI).

Profesi Perencana Keuangan ini tumbuh dan berkembang pesat pada Negara-negara berkembang yang memiliki jumlah kelas menengah yang besar. Tri Djoko Santoso, Sebagai Ketua Lembaga Financial Planning Standard Board (FPSB) Indonesia berkata “Profesi Perencana Keuangan di negara Asia telah berkembang pesat”. Beliau menilai, hal itu terjadi karena adanya perubahan perilaku masyarakat yang merasa perlu melakukan perencanaan keuangan yang sehat demi kesejahteraannya di masa yuang akan datang.

Seiring dengan berkembangnya waktu, ilmu perencanaan keuangan pun mengalami transformasi transformasi seiring dengan pemahaman akan Ekonomi Syariah dan Hadirnya Fatwa DSN MUI tentang berbagai hal yang berkaitan dengan Jasa Keuangan. Semakin banyak para prakitisi yang memiliki perhatian lebih kepada hal ini juga menjadi perantara tersebarnya kesadaran akan hal ini. Maka ilmu Perencanaan Keuangan pun mengalami transformasi dari perencaan keuangan biasa (sering juga disebut perencanaan konvensional) menjadi perencanaan keuangan Islami.

Semakin banyak masyarakat yang peduli akan pentingnya ilmu perencana keuangan, karena perencana keuangan hadir untuk membantu masyarakat untuk mengelola keuangannya saat ini dan masa depan. Mari wujudkan masyarakat yang merdeka finansial.

Oleh : Azmatul Alyaa, AWP

Pos terkait