Asuransi Syariah dari Sistem yang Bernilai Positif dalam Segi Perlindungan dan Manfaat Terhadap Nasabah

DEPOK POS – Perbedaan paling utama yang perlu diketahui antara asuransi syariah dan asuransi konvensional atau non- Sayriah dapat dilihat dari konsep pengelolaannya. Proteksi Syariah memiliki konsep pengelolaan Sharing Risk sedangkan Asuransi Konvensional yaitu Transfer Risk. Konsep pengelolaan asuransi konvensional yang berupa Transfer Risk adalah perlindungan dalam bentuk pengalihan risiko ekonomis atas meninggal ataupum hidupnya seseorang yang dipertanggungkan ke perusahaan asuransi sebagai penanggung risiko. Dengan kata lain Peserta dengan membeli atau bergabung sebagai peserta asuransi konvensional akan ditanggung risiko ekonomisnya oleh perusahaan asuransi.

Sedangkan Sharing Risk yang merupakan pengelolaan asuransi syariah adalah konsep di mana para peserta memiliki tujuan yang sama yaitu tolong-menolong melalui investasi aset atau tabarru yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu menggunakan akad yang sesuai dengan syariah yang diwakilkan pengelolaannya ke Perusahaan Asuransi Syariah dengan imbalan berupa Ujrah.

Tantangan Asuransi Syariah dalam menjalankan sistemnya

Dalam industri asuransi masa kini, persaingan antar perusahaan dan produk asuransitentu juga semakin berat, terutama bagi asuransi syariah. Seperti dikatakan Direktur Utama PTA suransi Takaful Trihadi Deritanto, tantangan yang dihadapi asuransi syariah dalam persaingannya dengan asuransi konvensional terbilang cukup berat. Menurutnya, para pelaku usaha asuransi syariah harus benar-benar mencermati hal tersebut.

Trihadi menyatakan bahwa pemahaman tentang distribusi produk sangatlah penting. Khususnya untuk asuransi syariah,informasi yang disampaikan ke masyarakat harus melalui jalur yang tepat dan efektif. Untuk sosialisasi produk asuransi syariah, lebih baik untuk tidak menggunakan agen sebab biayanya akan jauh lebih tinggi.Selain persaingan dalam distribusi produk, tantangan yang juga harus disikapi dengan penuh strategi adalah masalah teknologi informasi.

Teknologi informasi untuk asuransi syariahmasih perlu dikembangkan lebih jauh lagi. Ini guna mendongkrak laju pertumbuhan asuran sisyariah sendiri. Sebab, dalam asuransi lain, teknologi informasi yang digunakan sudah maju dan berkembang pesat. Tak hanya masalah teknologi informasi, kini sebagian besar masyarakat Indonesia sudah menggunakan fasilitas untuk melakukan berbagai macam transaksi dengan cara online. Bahkan semakin banyak saja pengguna smartphone dari berbagai kalangan, mulaiyang muda hingga tua.

Ini dikarenakan kemudahan dan kenyamanan yang tersedia berkat kecanggihan teknologi. Oleh karena itu, perlu diciptakan pengembangan untuk pembuatan rekening ponsel. Baik pihak asuransi maupun masyarakat jelas lebih dimudahkan. Petugas premi tak perlu mendatangi nasabah, nasabah cukup menggunakan ponsel untuk menggunakan rekening.

Selain tentang rekening ponsel, tantangan selanjutnya adalah tentang produk inovasi.Sebenarnya asuransi syariah bisa dijadikan pilihan utama jika disandingkan dengan asuransi konvensional. Trihadi mengatakan bahwa harus ada keunikan atau ciri khas produk asuransi syariah yang membuatnya berbeda dengan asuransi konvensional. Ini akan membuatasuransi syariah dicari dan diminati masyarakat.

Kelebihan Dalam Sistem Asuransi Syariah

Ada beberapa keunggulan yang dimiliki asuransi syariah jika dibandingkan dengan asuransi konvensional. Di antaranya terletak pada prosedur penyimpanan dana, sistem operasional dana asuransi dan akadnya.

Dijelaskan oleh Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) MuhammadZubair, dalam asuransi syariah bukan bunga yang mendasari penempatan dana melainkan sistem bagi hasil. Sedangkan untuk permi, perusahaan asuransi tidak boleh menggunakannya untuk berbagai hal yang melanggar syariat. Bila premi yang dibayarkan klien jatuh tempo,maka uang yang diberikan pada klien nasabah tak boleh digunakan.

Dan ada potongan 2,5 persen dari laba perusahaan untuk zakat. Keunggulan lainnya adalah dari segi akad. Akad harus jelas sebab ini menentukan sah tidaknya secara syariat. Tidak seperti jual beli dalam sistem asuransi konvensional, namun tolong-menolong. Jadi klien nasabah boleh memilih akad mudharabah atau tabarru, demikian dijelaskan Zubair. Meski demikian, masih ada kendala pada sistem asuransi syariah ini.Terutama masalah regulasi minim untuk mengatur sistem asuransi itu sendiri.

Sekarang baru terdapat satu Undang-Undang (UU) yakni UU Nomor 2 tahun 1992 yang mengatur sistemasuransi syariah secara khusus. Namun, UU itu dirasa belum cukup untuk mengatur seluruhsistem regulasi asuransi syariah.

Contoh paling nyata adalah tentang persengketaan yangmungkin terjadi antara perusahaan dengan nasabah.Jika hal ini terjadi, menurut UU masalah tersebut harus diselesaikan di peradilan syariah. Sementara, lembaga peradilan seperti ini belum disediakan secara menyeluruh danmerata oleh pemerintah, saat ini baru ada di Aceh saja. Diharapkan kendala ini segera diatasi agar sistem asuransi syariah tetap terjaga murni, termasuk dari unsur ribawi.

Perlindungan Yang Hanya Bisa Didapat Dari Asuransi Syariah

Jika dipahami, sebenarnya pengertian asuransi syariah tidak berbeda dengan asuransi konvensional. Pada dasarnya, keduanya menyediakan berbagai layanan yang memberi manfaat sesuai kebutuhan nasabah.

Kini semakin banyak masyarakat yang menaruh minat tinggi terhadap asuransi syariah, dengan perbedaan utama sistem bagi hasil yang hanya diterapkan dalam sistem asuransi syariah. Tak hanya itu saja, ada beberapa poin tentang perbedaan proteksi menyeluruh yanghanya bisa Anda dapatkan lewat asuransi syariah, di antaranya:

1. Investasi berdasarkan instrument Syariah

Dalam sistem asuransi syariah, pengelolaan dana asuransi seperti investasi hanya boleh berpegang pada instrumen dengan basis syariah. Tak hanya bersih dari unsur haram, namun juga harus bersih dari unsur gharar (ketidakjelasan), maysir (judi) dan riba. Ada juga DewanPengawas Syariah (DPS) sebagai pengawas pemasaran produk dan pengelolaan investasi dana.

2. Mudharabah

Sistem bagi hasil menjadi manfaat utama yang bisa Anda dapatkan dalam sistem asuransisyariah. Keuntungan dana pemegang polis menjadi sumber pembagian keuntungan perusahaan, ini sesuai prinsip bagi hasil yang diterapkan dalam asuransi syariah.

3. Rekening Tabarru’

Dalam asuransi syariah, pemegang polis dianggap pemilik modal ( shohibulmal ), sementara pihak asuransi adalah pemegang amanah (mudharib). Setiap kali pemegang polis membayarkan premi maka akan dimasukkan ke rekening Tabarru, yakni dana yang dikumpulkan peserta dengan niat sebagai iuran dan tujuannya untuk saling tolong-menolong. Hasilnya nanti akan dikurangi klaim dan premi, barulah dibagi antara pemegang polis dan perusahaan asuransi dengan prinsip al-mudharabah.

4. Dana takkan hangus

Tidak ada dana yang akan hangus seperti pada asuransi konvensional. Seandainya pesertatak bisa melanjutkan pembayaran premi pada masa kontrak dan mengundurkan diri sebelumakhir periode, dana yang sudah dibayarkan bisa diambil kembali, kecuali dana yang sudahdiniatkan untuk Tabarru. Selain itu, resiko dikelola berdasarkan sharing of risk, bukan transfer of risk.

Pentingnya Manfaat Asuransi Untuk Enterpreneur

Memutuskan untuk menjadi seorang enterpreneur merupakan hal yang sangat baik dan perlu untuk mendapatkan berbagai dukungan berbagai pihak. Bagaimana tidak, denganmenjadi seorang entrepreneur, Anda tidak lagi menggantungkan diri kepada keputusan pemerintah terkait pembukaan lowongan CPNS. Bahkan, Anda bisa membuka lowongan sendiri yang dapat membantu orang di sekitar yang sedang kesusahan mencari pekerjaan.

Namun untuk menuju ke proses keberhasilan menjadi seorang entrepreneur sukses, banyak sekali hambatan yang perlu dihadapi. maka dari itu Anda sangat membutuhkan tameng atau back up yang kuat untuk mengatasi masalah yang terjadi seperti mendaftarkan diri sebagai pemilik polis asuransi. Ini dia jenis-jenis asuransi yang perlu Anda miliki:

a. Asuransi bisnis

Berbisnis bisa dibilangn menjadi kegiatan yang banyak sekali menimbulkan resiko bagi para pelakunya. Terjadinya musibah yang tak terduga seperti halnya kebakaran pabrik dan bencana alam akan sangat mempengaruhi keberhasilannya. Maka dari itu, untuk menjaga bisnis Anda tetap stabil dan memiliki resiko yang kecil sangat perlu untuk memiliki asuransi bisnis.

b. Asuransi Kendaraan

Baik itu mobil ataupun motor, sangat penting sekali untuk diasuransikan. Hal tersebut taklepas dari pentingnya kendaraan operasional dalam mendukung kelancaran bisnis yangsedang dijalani. Terlebih lagi, kerusakan-kerusakan yang terjadi pada kendaraan akan bisadiminimalisir dengan didaftarkannyaa kepada asuransi.

c. Asuransi Kesehatan

Tubuh dan pemikiran adalah aset terpenting saat menjalankan usaha mandiri yang dimulai dari bawah. Tentunya semua kemampuan akan dicurahkan demi kesuksesan bisnis yang sedang dijalani. Oleh sebab itu, tak mengherankan bila tubuh ataupun kondisi kesehatan sangat rentan sekali untuk terserang berbagai macam penyakit. Maka dari itu, untuk menjagadiri Anda, sangat penting untuk miliki asuransi kesehatan.

d. Asuransi Kecelakaan diri

Untuk melindungi diri Anda dan para karyawan dari berbagai self accident ataukecelakaan, sangat penting memiliki asuransi. Asuransi kecelakaan diri akan mengkalkulasisegala pengeluaran Anda dan karyawan ketika tejadi kecelakaan yang tak terduga selama proses kerja. Jika sudah memiliki asuransi kecelakaan diri, Anda dan pekerja tak perlu khawatirlagi dengan semua biaya yang dikeluarkan.

Nurul Hasanah
Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Sebi ( STEI SEBI )

Pos terkait