Dampak Risiko yang Dihadapi Bank Syariah

Indonesia memiliki lembaga keuangan bank yang dikelola dengan berdasarkan syariah, baik itu berupa nilai prinsip atau konsepnya lembaga ini disebut Bank syariah. Dalam kegiatan usahanya bank sebagai suatu entitas bisnis, khususnya bank syariah menghadapi berbagai macam risiko yang akan dapat menyebabkan kerugian pada bank. Risiko ini harus dikelola dengan baik tanpa harus mengurangi hasil yang harus dicapai, tetapi bukan untuk dihindari. Secara umum, risiko yang dihadapi perbankan syariah merupakan risiko yang hampir sama dengan yang dihadapi bank konvensional. Selain itu, bank syariah juga menghadapi risiko yang memiliki keunikan tersendiri karena harus mengikuti prinsip-prinsip syariah. Risiko seperti risiko pasar, risiko operasional, risiko kredit, dan risiko likuiditas harus dihadapi bank syariah.

Risiko-risiko yang terjadi menyebabkan datangnya dampak tersendiri pada bank syariah, dimana kerugian akibat risiko pada suatu bank dapat berdampak pada pemangku kepentingan (stakeholders) bank, yaitu pemegang saham, karyawan, dan nasabah, serta berdampak juga pada perekonomian secara umum. Pengaruh risiko pada pemegang saham dan karyawan adalah secara langsung, sedangkan pengaruh terhadap nasabah dan perekonomian tidak langsung. Berikut ada beberapa dampak yang akan berpengaruh terhadap stakeholders dan ekonomi.

a. Dampak Terhadap Pemegang Saham
Pengaruh terhadap pemegang atau pemilik saham antara lain :
1. Kesejahteraan pemegang saham dapat menurun akibat dari menurunnya nilai investasi yang berpengaruh terhadap penurunan harga atau penurunan keuntungan.
2. Akibat turunnya keuntungan perusahaan investor dapat kehilangan peluang mendapatkan dividen.
3. Lenyapnya nilai semua modal yang disetor akibat dari gagalnya investasi yang telah dilakukan

b. Dampak terhadap karyawan
Resiko kerugian muncul akibat dari peristiwa risiko yang mana karyawan pada suatu bank dapat terpengaruh terkait dengan keterlibatan mereka. Pengaruh tersebut dapat berupa :
1. Kelalaian yang menimbulkan kerugian dikenakan sanksi indisipliner.
2. Adanya pengurangan pendapatan seperti pengurangan bonus atau pemotongan gaji
3. Pemutusan hubungan kerja.

c. Dampak terhadap nasabah
Kegagalan dalam pengelolaan risiko dapat berpengaruh terhadap nasabah. Dampak yang terjadi dapat langsung maupun tidak langsung dan tidak seketika dapat didefinisikan. Pengaruh peristiwa risiko yang berlangsung secara berkelanjutan akan menimbulkan kerugian terhadap usaha bank itu sendiri. risiko yang berdampak terhadap nasabah bank, antara lain :
1. Tingkat pelayanan menjadi merosot
2. Berkurangnya jenis dan kualitas produk yang ditawarkan
3. Pencairan dana akan sulit dilakukan disebabkan dari krisis likuiditas
4. Peraturan yang berubah

d. Dampak terhadap perekonomian
Sebagai aktivitas utamanya dan juga sebagai institusi yang mengelola uang, bank memiliki risiko yang permanen secara sistematis. Risiko kerugian yang terjadi pada suatu bank akan menimbulkan dampak tidak hanya terhadap bank yang bersangkutan, tetapi juga akan berdampak terhadap nasabah dan perekonomian secara keseluruhan. Dampak yang ditimbulkan tersebut dinamakan risiko sistemik (systemic risk).

Risiko kegagalan bank yang dapat merusak perekonomian secara keseluruhan dan langsung berdampak kepada karyawan, nasabah, dan pemilik saham merupakan risiko sistemik secara spesifik. Secara umum risiko sistemik tidak banyak diketahui oleh masyarakat awam. Namun masyarakat tidak asing dengan istilah run on a bank (baik riil maupun hanya persepsi dari nasabah). Artinya sebuah bank di “rush” oleh nasabah bank yang ingin menarik dananya secara bersamaan dan besar-besaran.

Hal ini terjadi pada saat bank tidak dapat memenuhi kewajibannya. Bank tidak dapat menyediakan dana yang cukup pada saat nasabah melakukan penarikan dananya. Bank sangat rentan terhadap risiko sistemik yang melekat pada industri perbankan. Risiko sistemik yang mempengaruhi bank-bank lain tidak dapat dihindari jika sebuah bank mengalami risk loss. Berbagai regulasi diharapkan akan menjadi payung pelindung bagi indutri perbankan. Perlindungan tidak hanya diberikan kepada bank terkait, yaitu pemegang saham, karyawan, dan nasabah, tetapi juga kepada perekonomian secara keseluruhan.

Finah Aulia
STEI SEBI, Depok

Pos terkait