Aplikasi Teori dan Konsep Manajemen Risiko Dalam Hukum Ekonomi Syariah Pada Bank Syariah

DEPOK POS – Banyaknya perkembangan pada bank maupun lembaga keuangan yang berlandaskan syariah saat ini menjadi inovasi baru sehingga memberikan peluang bagi para orang-orang yang bekerja di bidang ekonomi untuk menjalankan kegiatan ekonomi khususnya pada bidang jasa perbankan agar lebih menjadi didasari oleh undang-undang yang mendukung pengoperasian lembaga-lembaga keuangan bank maupun lembaga non perbankan. Salah satu yang mengatur aturan-aturan ekonomi Islam yang memiliki instrumen bisnis islami seperti perbankan syariah memiliki sistem ekonomi yang merupakan lembaga sistem sosial. Nilai-nilai yang bersangkutan dalam lembaga keuangan syariah sebagian besar memiliki sistem diambil dari ekonomi syariah.

Manajemen risiko hukum merupakan salah satu faktor penting dalam menjalankan bisnis suatu perusahaan dikarenakan jika semakin berkembangnya suatu perusahaan maka semakin besar pula peningkatan risiko yang akan dihadapi oleh perusahaan tersebut terutama dalam lembaga perbankan syariah. Risiko ini juga memiliki peranan penting dalam pengambilan keputusan pada perbankan syariah.

Risiko hukum merupakan tuntutan yang terjadi karena lemahnya aspek yuridis, risiko ini dapat timbul dikarenakan tidak adanya peraturan undang-undang yang mendukung ataupun lemahnya perikatan karena tidak terpenuhinya syarat sah kontrak maupun tidak sempurnanya agunan yang ada.

Manajemen hukum merupakan salah satu acuan untuk menjalankan kegiatan usaha bank yang memiliki prosedur sebagai metode untuk digunakan sebagai identifikasi, mengukur, memantau, dan memiliki kendali atas risiko bank. Dalam mengelola strategi pengembangan bank maka diukur dengan pandangan manajemen risiko sehingga dijadikannya manajemen risiko sebagai salah satu bidang ilmu yang membahas mengatasi masalah suatu organisasi dalam menerapkan ukuran dan menempatkan permasalahan menggunakan pendekatan manajemen secara komprehensif dan sistematis.

Manajemen risiko memiliki fungsi-fungsi dalam pelaksanaannya yaitu sebagai penyelesaian masalah, apalagi permasalahan yang dihadapi merupakan permasalahan dalam organisasi keuangan. Sehingga perbankan syariah harus memiliki kemampuan dalam mengelola risiko dimulai dari memiliki tujuan dalam memanajemen risiko, dapat mengidentifikasi masalah-masalah yang akan datang.

Penerapan sistem ekonomi pada Perbankan Syariah yaitu dengan dua sistem diantaranya ialah pertama Sistem ekonomi syariah adalah sistem ekonomi yang berbasis syariah dalam berbagai kegiatan perekonomian sebagai bagian dari sistem-sistem ekonomi maupun sistem hukum yang berlaku.

Sistem ekonomi syariah memiliki ciri khas yaitu memiliki unsur maupun komponen yang memiliki keterkaitan yang erat satu sama dengan yang lain. Sistem ekonomi syariah memiliki sistem campuran atau mixed system of economy. Sistem ekonomi syariah dapat dilihat dengan jelas pada perbankan syariah dimana sistem perbankan syariah diambil dari nilai-nilai ekonomi syariah yang jelas terlihat pada perbankan syariah, Asuransi Syariah, Pegadaian Syariah, Reksa dana Syariah, Bisnis Syariah, dan lain sebagainya, yang tidak hanya didasarkan pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku melainkan juga berdasarkan Prinsip Syariah yang diarahkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.

Bank merupakan salah satu lembaga yang memiliki fungsi perantara Antara pihak laba atau yang diuntungkan dengan pihak defisit. Hal ini akan menjadikan bank sebagai pihak yang memiliki risiko ketika saat pengoperasiannya. Bank memiliki fungsi sebagai menghimpun dana dari masyarakat dan memiliki berbagai produk yang ditawarkan memiliki masa penyimpanan dalam jangka pendek kemudian disalurkan dalam bentuk pembiayaan dalam jangka panjang. Sehingga hal ini akan menimbulkan permasalahan kurang cocoknya jangka waktu yang akan menimbulkan risiko pada pengoperasian perbankan. Sehingga pengaplikasian konsep dan teori manajemen risiko diperlukan dalam menjalankan bank syariah yaitu degan menjalankan fungsi manajemen risiko seperti identifikasi risiko, pengukuran risiko, pemantauan risiko, dan pengendalian risiko.

Kesimpulan yang sapat diambil dari pembahasan di atas ialah teori manajemen risiko hukum sebagai pedoman dalam menjalankan bisnis seperti perbankan syariah harus memiliki prosedur seperti metode yang digunakan sebagai identifikasi, mengukur, memantau, dan memiliki kendali atas risiko bank. Dikarenakan bank memiliki fungsi sebagai perantara pihak laba dengan defisit sehingga memiliki risiko yang besar akan terjadinya suatu maslah sehingga bank harus menggunakan teori manajemen risiko degan mengidentifikasi risiko, pengukuran risiko, pemantauan risiko, dan pengendalian risiko.

Resti
Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah STEI SEBI

Pos terkait