Peran ZISWAF Dalam Memulihkan Ekonomi Masyarakat Indonesia

DEPOK POS – Perekonomian merupakan suatu hal yang penting bagi perorangan, baik lembaga atau instansi pemerintah dalam kehidupan. Perekonomian sangat berperan penting dikarenakan jika rendahnya ekonomi seseorang maka taraf kehidupan juga rendah. Sebaliknya jika tingginya perekonomian seseorang maka taraf kehidupan seseorang tersebut juga tinggi. Dengan demikian, dalam kehidupan ini tidak bisa terlepas dari persoalan perekonomian.

Permasalahan ekonomi tidak pernah habisnya untuk dibahas karena berhubungan dengan angka kekayaan, kesejahteran, pengangguran dan kemiskinan. Kemiskinan menjadi hal yang sangat ditakuti oleh setiap orang karena kemiskinan berdampak kepada permasalahan yang banyak berupa pendidikan, sosial, kesehatan, dan politik (Amirudin 2021).

Isu-isu terkait masalah sosial ekonomi seperti kemiskinan, kelaparan, pengangguran menjadi topik klasik yang belum terselesaikan di Indonesia. Teori ekonomi modern menyatakan bahwa pertumbuhan perekonomian akan mengurangi kemiskinan dan meratakan pendapatan menjadi sangat tidak relevan di negara berkembang, termasuk Indonesia (Sabiq 2021).

Islam adalah agama yang menentang kemisikan, karena kemiskinan akan mengakibat kekufuran oleh karena itu dalam intrumen ekonomi islam terdapat pondasi sebagai penunjang perekonomian yaitu zakat,infaq,sedekah dan wakaf(ZISWAF). Indonesia dengan negara mayoritas muslim sekaligus salah satu negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia tentunya umat islam di Indonesia bisa memberikan perannya dengan model bentuk filantropi yang bisa bekerja sama dengan lembaga keuangan syariah(LKS) yang dimana peran tersebut diharapkan dapat memulihkan perekonomian di Indonesia. Adapun solusi yang bisa dilakukan yaitu:

1. Menjadikan setiap lingkup terkecil masyarakat seperti RT dan RW sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk memaksimalkan zakat.
2. Memaksimalkan zakat tunai dan zakat produktif
3. Memaksimalkan pengelolaan zakat dan infaq
4. Mengadakan bantuan beasiswa terhadap lulusan SMA yang kurang mampu untuk kuliah yang diutamakan kepada calon mahasiswa jurusan ekonomi syariah,supaya kedepannya dapat mengedukasi masyarakat tentang ekonomi syariah.
Jika hal-hal tersebut dapat terwujud diharapkan dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi di Indonesia.

Penulis: Hariz, STEI SEBI

Pos terkait