Pemimpin Dalam Islam

Oleh: Uli Qurrata A’yuni Candra
Secara umum, setiap komunitas atau kelompok pasti akan membutuhkan seorang pemimpin. Karna manusia adalah makhluk sosial yang selalu berinteraksi dengan orang lain. Untuk mencapai hubungan yang harmonis, harus ada pemimpin yang mengatur dan menata interaksi sosial tersebut. Menurut Wikipedia, Kepemimpinan merupakan sebuah bidang riset dan juga suatu keterampilan praktis yang mencakup kemampuan seseorang atau sebuah organisasi untuk “memimpin” atau membimbing orang lain, tim, atau seluruh organisasi. Dapat disimpulkan bahwa Pemimpin adalah orang yang memimpin suatu kelompok seperti keluarga, masyarakat hingga negara. Dalam Islam istilah kepemimpinan dikenal dengan kata Imamah. Sedangkan kata yang terkait dengan kepemimpinan dan berimplikasi pemimpin dalam Islam ada delapan istilah, yaitu; Imam  terdapat dalam QS. Al-Baqarah 124. Khalifah terdapat dalam QS.Al-Baqarah: 30.  Malik, terdapat dalam QS.Al-Fatihah : 4, Wali  pada al-A’raf : 3. ‘Amir dan Ra’in, Sultan,  Rais, dan Ulil ‘amri.
Kepemimpinan Islam adalah kepemimpinan yang berdasarkan hukum Allah. Oleh karena itu, pemimpin haruslah orang yang paling tahu tentang hukum ilahi. Figur pemimpin yang ideal menurut islam adalah yang bisa menjadi suritauldan yang baik serta menjadi rahmat bagi manusia (rahmatan linnas) dan rahmat bagi alam (rahmatan lil’alamin) yaitu Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana dalam firman-Nya : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS.Al-Ahzab [33]: 21).
Dalam islam, kepemimpinan itu wajib adanya. Baik secara dalil naqli dan aqli. Secara dalil naqli terdapat dalam firman Allah SWT: “Dan jadikanlah kami sebagai imam (pemimpin) bagi orang- orang-orang yang bertaqwa”. (QS.Al Furqan:74). Dan Rasulullah SAW bersabda: “setiap dari kalian adalah pemimpin, dan setiap dari kalian akan ditanya tentangkepemimpinannya”. Ada juga hadist yang Menyatakan wajibnya menunjuk seorang pemimpin Perjalanan diantara tiga orang melakukan suatu perjalanan. Adapun secara dalil aqli, suatu tatanan tanpa adanya kepemimpinan pasti akan menjadi rusak dan porak poranda.
Kepemimpinan dalam islam adalah sebuah amanah yang Allah titipkan. Dan juga kepemimpinan dalam islam menuntut adanya penegakkan keadilan. Bahkan, kriteria pemimpin dalam islam sangatlah penting. Yaitu: beriman dan beramal shalih, memiliki niat yang lurus, berpegang teguh kepada hukum Allah, memutuskan perkara dengan adil, tegas dalam memimpin dan bersifat lemah lembut, jujur, dapat dipercaya (amanah), cerdas dan tabligh(dapat berkomunikasi dengan baik).
Dasar kepemimpinan islam yang perlu kita ketahui: pertama, tidak mengambil orang kafir atau orang yang tidak beriman sebagai pemimpin bagi orang-orang muslim sebagaimana yang terdapat dalam QS An Nisa’:144. Kedua, tidak mengangkat pemimpin dari orang-orang yang mempermainkan Agama Islam, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Maidah: 57. Ketiga, pemimpin harus mempunyai keahlian di bidangnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah masa kehancurannya”. (HR Bukhori dan Muslim). Keempat, Sabda Rasulullah saw. “Sebaik-baiknya pemimpin adalah mereka yang kamu cintai dan mencintai kamu, kamu berdoa untuk mereka dan mereka berdoa untuk kamu. Seburuk-buruk pemimpin adalah mereka yang kamu benci dan mereka membenci kamu, kamu melaknati mereka dan mereka melaknati kamu.” (HR Muslim). Pemimpin harus bisa diterima oleh masyarakatnya. Dan yang terakhir, pemimpin harus mengutamakan, membela dan mendahulukan kepentingan umat, menegakkan keadilan, melaksanakan syari’at, berjuang menghilangkan segala bentuk kemunkaran, kekufuran, kekacauan, dan fitnah.
Pemimpin islam juga memiliki tugas utama, yaitu menegakkan agama dan mengurus urusan dunia. Bukan hanya mengurusi dunia saja, tapi seorang pemimpin memiliki tugas dan tanggungjawab untuk menegakkan syariat Allah agar dapat dilaksanakan oleh umat islam. Seorang pemimpin tidak boleh menyerahkan urusan agama kaum muslimin kepada pribadi masing-masing, yang suka silakan mengerjakan dan yang tidak suka silakan meninggalkan. Pemimpin bertanggung jawab agar umat islam dapat melaksanakan ajaran Islam dengan baik dan benar.
Sebagai pemimpin yang baik dan benar sesuai dengan kriteria pemimpin islam, seorang pemimpin harus tetap mengurusi urusan dunia tanpa harus menyepelekan syariat Allah. Karena jika seorang pemimpin sudah menegakkan syariat Allah dengan benar dan bertanggung jawab terhadap ajaran umat islam, kepemimpinan tersebut InsyaAllah akan berjalan lancar.

Pos terkait