Peran Orang Tua dalam Pencarian Jatidiri Para Remaja

Dalam kehidupan seorang remaja kita dapat menemukan berbagai macam hal dari yang positif hingga negatif. Berbagai macam hal tersebut diperoleh baik dari lingkungan keluarga atau berasal dari lingkungan sekitarnya, hal ini terjadi karena remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak menuju dewasa. Remaja yang sedang mencari jati dirinya sehingga ia labil dan mudah terombang ambing ke dalam pergaulan positif dan negatif.
Kenakalan remaja biasa disebut dengan istilah latin “Juveniledelinquere”. Juvenile yang memiliki arti anak-anak, anak muda, ciri karakterisitik pada anak muda. Sedangakan Delinquere yang berarti terabaikan, mengabaikan yang kemudian maknanya diperluas menjadi jahat, nakal, kriminal dan anti sosial. Sehingga makna dari Juveniledelinquere atau kenakalan remaja adalah perilaku jahat atau kenakalan anak-anak muda,merupakan gejala sakit (Patologis) secara sosial pada anak-anak muda atau remaja.
Istilah kenakalan remaja mengacu pada tindakan para remaja yang menyimpang dari norma-norma sosial yang ada di masyarakat. Oleh karena itu remaja kerap sekali untuk bersenang-senang dan mencoba hal yang baru di dalam hidupnya. Ada sebagian remaja yang tidak sadar bahwa dia sedang berfoya-foya kearah hal yang negatif dan menjadi dampak buruk bagi kehidupannya.
Bentuk kenakalan remaja terbagi menjadi dua bagian yaitu, Kenalakan yang tidak termasuk dalam melanggar hukum. Kenakalan tersebut amoral, asocial atau anorma yaitu pelanggaran terhadap moral dan pelanggaran terhadap norma sosial yang berlaku,tetapi pelanggaran ini tidak mengarah ke melanggar hukum. Jenis kenakalan yang kedua yaitu, Kenakalan yang dapat digolongkan terhadap hukum dan menagarah ke tindakan kriminal.
Di sinilah peran agama dalam kehidupan remaja, jikalau remaja memiliki pengetahuan agama yang kuat dan teguh, maka kenakalan yang terjadi pada remaja dapat diminimalisir. Berbagai penelitian dan fakta kehidupan telah membuktikan bahwa pentingnya peran agama dalam mewarnai kehidupan remaja. Jhonston dalam penelitiannya membuktikan bahwa remaja yang taat pada agamanya dan menjauhi segala larangan agamanya dapat melindungi dirinya dari kehidupan remaja yang penuh resiko.
Dalam pembentukan pribadi seorang remaja peran keluarga sangat lah penting dalam mengarahkan remaja kedalam hal yang positif di berbagai aspek kehidupan. Bagaimana jika seorang yang mengalami masa transisi dari anak-anak menuju dewasa tanpa mempunyai arahan keluarga dan agama, maka terjadilah kenakalan remaja yang seperti kita ketahui pada saat ini. Sudah sangat nampak kenalakan remaja di saat ini dari berbagai macam kasus kriminal yang pelakunya adalah seorang remaja.
Berangkat dari kasus-kasus yang kriminal atau tidak yang rata-rata pelakunya adalah seorang remaja, maka perlunya upaya penanggulangan terhadap kenalakan remaja. Upaya penanggulangan tersebut dapat dilakukan sejak dini, melalui pola asuh agama yang mengajarkan berbagai macam tindakan yang dilarang oleh agama dan juga peran orang tua dalam membimbing anaknya menuju dewasa.
Pengarahan dan pemahaman atas kenakalan remaja agar tidak terulang kembali menjadi tanggung jawab semua orang, terutama orang tua. Apabila seorang remaja yang melakukan kenakalan maka dapat diberikan hukuman yang mendidik secara psositif dengan hukum yang berlaku di negara Indonesia ataupun hukum agama yang dianut.Agar seorang remaja tidak merasa diberi hukuman oleh orang dewasa, melainkan bentuk kasih sayang kepada remaja agar tidak mengulangi kenakalan yang sama.
Untuk mengantisipasi adanya kenakalan remaja, maka penerapan agama di lingkungan keluarga, sekolah, pemerintah dan masyarakat secara luas. Di lingkungan keluarga, orang tua sebagai teladan harus memberikan pengertian terhadap anak tentang pentingnya menaati aturan dan tata cara yang berlaku, bukan dengan cara pemaksaan. Peraturan tersebut berdasarkan agama dan kesepakatan di dalam keluarga itu sendiri.
Di lingkungan masyarakat membutuhkan peran dari semua pihak. Pengawasan masyarakat tidak kalah penting dari pengawasan orang tua. Bila masyarakat tidak melakukan pengawasan yang ketat, maka remaja akan melakukan segala bentuk kenalakan yang berakibat merugikan remaja itu sendiri dan masyarakat sekitarnya.
Jadi, masa remaja adalah masa yang sangat penting dalam kehidupan seorang individu dalam menjalani kehidupannya. Segala sesuatu yang tumbuh di dalam diri seorang remaja dapat menimbulkan ketidakstabilan emosi yang memicu terjadinya kenakalan remaja.Sikap yang harus dimiliki bagi jiwa remaja adalah kontrol internal dari dalam individu agar tidak mudah untuk berbuat kenakalan.
Muhammad Faiz Al Ayyubi.S,
Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Antropologi, Universitas Sebelas Maret (UNS)

Pos terkait