WHO Peringatkan Adanya Virus Marburg, Risiko Kematian Hampir 88 persen

Risiko kematian akibat virus tersebut hampir 88 persen.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengonfirmasi kematian pertama akibat virus Marburg di Afrika Barat. Virus Marburg ini mirip dengan virus Ebola yang melanda Afrika Barat antara tahun 2013 hingga 2016.
Virus Marburg salah satu virus yang berasal drai keluarga Filovirus, yang mana sama seperti virus Ebola. Bedanya, kedua penyakit ini disebabkan oleh virus yang berbeda. Risiko kematian akibat virus tersebut hampir 88 persen.
Dalam informasi yang ditulis di laman resmi WHO, virus Marburg berasal dari famili yang sama dengan virus Ebola. Diduga, virus tersebut pertama kali menyebabkan wabah pada tahun 1967 di Marburg dan Frankfurt di Jerman, dan di Beograd,Serbia.
Wabah ini terkait dengan pekerjaan laboratorium menggunakan monyet hijau Afrika (Cercopithecus aethiops) yang diimpor dari Uganda. Penularan virus Marburg ke manusia bisa terjadi karena kontak yang terlalu lama dengan tambang atau gua yang dihuni oleh koloni kelelawar Rousettus.
Setelah seseorang terinfeksi virus, Marburg dapat menyebar melalui penularan dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan darah, sekresi, organ atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi, dan dengan permukaan dan bahan.
Gejala Gejala infeksi virus Marburg dimulai dari demam tinggi, sakit kepala parah dan malaise parah. Mereka yang terinfeksi juga bisa mengalami diare kronis, perut dan kram, mual dan muntah dapat dimulai pada hari ketiga setelah infeksi. Diare bisa bertahan selama seminggu. []

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.